Ekbis

Tenun Medali Mas Bawa Warisan Lokal ke Pasar Modern

×

Tenun Medali Mas Bawa Warisan Lokal ke Pasar Modern

Sebarkan artikel ini
Kain tenun ikat Kediri semakin dikenal di pasar modern.
Example 468x60

Kediri, Jatimmandiri.id – Kain tenun ikat tak lagi berhenti sebagai bahan pakaian. Di tangan Yusna Qurotta A’yuni, pemilik Tenun Ikat Medali Mas di Kota Kediri, kain tradisional dikembangkan menjadi beragam produk yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat modern.

“Saya penerus dari usaha yang telah dirintis keluarga sejak tahun 1989, dan alhamdulillah menjadi salah satu penggerak utama sentra kerajinan tenun di Bandar Kidul,” jelasnya kepada Jatim Mandiri.
Seiring berjalannya waktu, usaha ini tetap konsisten hingga melahirkan motif dan variasi warna – warna yang mengikuti tren modern tanpa meninggalkan identitas pakem sebagai tenun lokal.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Berlokasi di No. 54C, Gang B, Jalan KH. Agus Salim, Bandar Kidul, Kecamatan Kota, Kota Kediri, Tenun Ikat Medali Mas memproduksi sekaligus menjual kain dan sarung tenun. Namun, kreativitas Yusna membuat kain tersebut memiliki fungsi yang jauh lebih beragam.

Kain tenun diolah menjadi baju jadi, syal, dompet, sepatu, tas, hingga berbagai kerajinan. Tak hanya untuk fesyen, tenun juga dimanfaatkan sebagai penutup tisu, penutup galon air, penutup gelas, sarung, serta tas suvenir yang dapat menjadi buah tangan khas kerajinan lokal.

Pengembangan produk tersebut membuat motif, warna, dan tekstur tenun tetap menjadi identitas utama, sementara bentuk dan kegunaannya disesuaikan dengan kebutuhan sehari-hari.
“Kami menyesuaikan dengan kebutuhan fashion sehari-hari sehingga tenun ini mendapat tempat di hati masyarakat untuk tetap mencintai produk lokal,” imbuhnya.
Keuletan dan inovasinya selalu mengikuti tren membuahkan hasil. Seperti belum lama ini, workshopnya mendapat kunjungan mahasiswa dari National Yunlin University of Science and Technology (Yuntech) Taiwan.
Mereka tampak kagum, memperhatikan tiap sudut ruang produksi dengan rasa ingin tahu yang cukup besar. Kekaguman mereka semakin memuncak Ketika melihat jemari lincah pengrajin tenun memainkan benang, seolah mereka sedang menenun cerita tak hanya tentang kain, tetapi tentang warisan.
Yusna Qurotta A’yuni, sangat bangga dengan kehadiran para mahasiswa tersebut ke tempat produksinya, “Kami merasa senang dan terhormat. Harapannya, mereka bisa menjadi cerita hidup yang membawa nama Tenun Ikat Kediri ke luar negeri,” kenangnya kala itu.

Baca Juga  BI Rate Naik ke 5,25 Persen, Strategi Bank Indonesia Redam Tekanan Rupiah dan Jaga Inflasi

Bagi Yusna, kreativitas menjadi salah satu cara agar tenun tetap dikenal dan diminati di tengah perubahan selera masyarakat. Tradisi tidak harus selalu hadir dalam bentuk yang sama, tetapi dapat dikembangkan tanpa kehilangan karakter dasarnya.

Langkah itu sekaligus menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan inovasi. Kain yang sebelumnya identik dengan busana tradisional kini dapat hadir sebagai aksesori, perlengkapan rumah tangga, maupun produk suvenir.

Melalui Tenun Ikat Medali Mas, Yusna berupaya mempertemukan warisan keterampilan dengan kebutuhan masa kini. Setiap produk tetap membawa karakter kain tenun sekaligus membuka peluang agar kerajinan lokal semakin dekat dengan generasi baru.

Dari sehelai kain, lahir beragam karya. Dari tradisi yang diwariskan lintas generasi, muncul kreativitas baru yang membuat tenun tetap hidup, bernilai, dan relevan di tengah perkembangan zaman.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Surabaya, Jatim Mandiri BRI Regional Office 12 Surabaya memberikan penghargaan kepada insan BRILiaN dan unit kerja berprestasi melalui BRI Excellence…

Ekbis

Tulungagung, Jatimmandiri.id –  Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur menyosialisasikan program pembebasan dan keringanan pajak kendaraan bermotor (PKB) yang diberlakukan Pemerintah…