Kediri, Jatimmandiri.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri terus mendorong penguatan tata kelola pemerintahan berbasis data.
Salah satunya melalui pembinaan dan pendampingan penyelenggaraan Satu Data Indonesia (SDI) di tingkat kecamatan yang dilakukan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kediri.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Selasa-Rabu (11–12/8/2026) di Aula Diskominfo Kabupaten Kediri tersebut diikuti oleh Walidata Pendukung dan Pengelola Data Kecamatan.
Plt Kepala Diskominfo Kabupaten Kediri Diana Herawati, yang diwakili Kepala Bidang Statistik Nadlirin, menyampaikan bahwa data memiliki posisi penting dalam setiap proses penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.
Menurutnya, data bukan sekadar kumpulan angka atau informasi, melainkan menjadi pijakan untuk memahami kondisi masyarakat, menyusun perencanaan, hingga menentukan arah dan prioritas pembangunan.
“Memiliki banyak data saja belum cukup. Kita membutuhkan data yang benar, jelas sumbernya, dapat dipertanggungjawabkan, tersedia pada saat dibutuhkan, dan dapat digunakan bersama,” ujarnya.
Nadlirin menambahkan, kecamatan memiliki peran strategis dalam memastikan kualitas data.
Sebab, kecamatan menjadi salah satu simpul yang berhubungan langsung dengan data dari desa maupun kelurahan, sekaligus bersentuhan dengan berbagai bentuk pelayanan kepada masyarakat.
“Karena itu, kualitas data Kabupaten Kediri juga sangat dipengaruhi oleh bagaimana data dikelola sejak dari tingkat kecamatan,” tambahnya.
Melalui kegiatan tersebut, Diskominfo Kabupaten Kediri tidak hanya memberikan pembinaan secara teoritis, tetapi juga melakukan pendampingan kepada para pengelola data kecamatan.
Materi yang diberikan mencakup tata kelola data, pembagian tugas, proses pengumpulan, hingga pemeriksaan dan pemutakhiran data sebelum digunakan.
Pendampingan juga diarahkan pada proses penginputan data ke Portal Satu Data Kabupaten Kediri.
Sehingga data yang dihimpun dari tingkat kecamatan dapat tersusun secara lebih sistematis dan terintegrasi.
“Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kualitas data dari tingkat paling dekat dengan masyarakat,” tuturnya.
“Dengan data yang akurat, terukur, dan dapat digunakan bersama, Pemerintah Kabupaten Kediri dapat memiliki pijakan yang lebih kuat dalam menyusun kebijakan dan menentukan arah pembangunan,” sambung Nadlirin.












