Bojonegoro, Jatimmandiri.id – Panen tembakau mulai berlangsung di lahan Brigade Pangan Tunas Berkembang, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro. Di tengah musim panen tersebut, harga tembakau rajangan kering di tingkat pengepul mencapai Rp40.000 per kilogram.
Ketua Brigade Pangan Tunas Berkembang, Verio Afana, mengatakan harga tersebut tergolong tinggi untuk wilayah Kedungadem. Panen dilakukan secara bertahap, mulai dari daun bagian bawah hingga daun di ujung tanaman habis dipetik.
Menurut Verio, hasil panen tembakau dari lahan tersebut diperkirakan mencapai beberapa ton setelah melalui proses pengeringan dan perajangan.
“Setiap pagi kami memetik tembakau. Siang dilanjutkan dengan penjemuran dan penyortiran daun yang akan dirajang. Malam hingga pagi hari digunakan untuk merajang tembakau,” ujar Verio saat ditemui di lokasi, Selasa (11/8/2026).
Ia menjelaskan, tembakau tersebut ditanam setelah tanaman padi selesai dipanen. Penanaman tembakau memang umumnya dilakukan pada musim kemarau.
“Biasanya tembakau ditanam pada musim kemarau seperti sekarang,” katanya.
Padatnya aktivitas selama masa panen membuat kebutuhan terhadap sarana pengolahan tembakau menjadi perhatian kelompok tani. Koordinator Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) Brigade Pangan Tunas Berkembang, Yoyok, berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan berupa peralatan pengolahan.
“Kami berharap ada dukungan dari pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro. Kalau mendapat bantuan sarana seperti mesin perajang otomatis, pekerjaan saat panen tentu akan jauh lebih efektif dan efisien,” ujarnya.
Menanggapi kebutuhan tersebut, Kepala DKPP Kabupaten Bojonegoro Zaenal Fanani mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan bantuan mesin perajang tembakau.
Pada 2026, DKPP Bojonegoro mengalokasikan sebanyak 112 unit mesin perajang otomatis yang akan diberikan kepada 56 kelompok tani. Setiap kelompok nantinya mendapatkan dua unit mesin.
“Bantuan tersebut baru akan dikirim,” kata Zaenal, Rabu (12/8/2026).
Zaenal menjelaskan, bantuan mesin perajang tersebut akan disalurkan ke 14 kecamatan yang menjadi sentra produksi tembakau di Kabupaten Bojonegoro.
Ke-14 kecamatan tersebut meliputi Baureno, Kanor, Sumberejo, Sukosewu, Dander, Gayam, Malo, Tambakrejo, Margomulyo, Sugihwaras, Temayang, Kepohbaru, Kedungadem, dan Ngasem.
Keberadaan Brigade Pangan Tunas Berkembang menjadi bagian dari pengembangan kelompok tani milenial yang mendukung program Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Program tersebut juga sejalan dengan Keputusan Kepala BPPSDMP Nomor 44 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Penumbuhkembangan Brigade Pangan yang salah satunya mendorong regenerasi petani.
Sementara itu, berdasarkan catatan DKPP Bojonegoro, sejumlah wilayah saat ini telah memasuki masa petik ketiga tanaman tembakau.
Harga tembakau rajangan kering di tingkat petani di sejumlah wilayah Bojonegoro berada pada kisaran Rp28.000 hingga Rp45.000 per kilogram. Harga tersebut bergantung pada kualitas serta jenis tembakau yang dihasilkan.
Di lahan Brigade Pangan Tunas Berkembang, aktivitas panen, penjemuran, penyortiran, hingga perajangan masih terus dilakukan. Para petani berharap dukungan sarana pengolahan dapat membantu mempercepat proses produksi sekaligus meningkatkan efisiensi selama musim panen tembakau.












