Surabaya, jatimmandiri.id – Kota Surabaya memasang target tinggi dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XV Jawa Timur 2026. Sebanyak 509 atlet terbaik Kota Pahlawan diterjunkan untuk berburu medali sekaligus memperjuangkan gelar juara umum.
Target tersebut menjadi tantangan tersendiri mengingat persaingan olahraga pelajar di Jawa Timur semakin kompetitif. Sejumlah daerah juga terus meningkatkan kualitas pembinaan atlet untuk meraih prestasi terbaik.
Popda XV Jatim 2026 berlangsung hingga 11 November 2026. Pelaksanaan pertandingan tersebar di empat daerah, yakni Kabupaten Ngawi, Kota Surabaya, Kota Madiun, dan Kabupaten Magetan.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Herry Purwadi, menegaskan bahwa kontingen Surabaya datang dengan tekad kuat untuk merebut posisi tertinggi dalam klasemen akhir.
“Targetnya juara umum. Surabaya wani, juara umum, wani berjuang, wani sportif,” tegas Herry, Sabtu (7/11/2026).
Sebanyak 509 atlet Surabaya akan bersaing dalam 29 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan pada Popda XV, ditambah sejumlah cabang olahraga ekshibisi.
Herry menilai seluruh cabang olahraga memiliki peluang yang sama untuk menyumbangkan medali emas. Karena itu, pihaknya memberikan perhatian terhadap seluruh atlet dan cabang olahraga yang menjadi kekuatan kontingen Surabaya.
“Semua cabor itu adalah lumbung emas buat Kota Surabaya,” ujarnya.
Meski demikian, Herry tidak menampik bahwa perjuangan mempertahankan tradisi prestasi bukan perkara mudah. Menurutnya, kualitas pembinaan olahraga di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur terus mengalami peningkatan.
Kondisi tersebut membuat persaingan perebutan medali diperkirakan berlangsung ketat. Setiap kontingen memiliki peluang untuk memberikan kejutan.
“Persaingan sebenarnya merata. Sekarang pembinaan atlet di daerah, di kabupaten dan kota lainnya, juga semakin tumbuh dan berkembang dengan baik. Semuanya menjadi pesaing yang sangat berat,” ungkapnya.
Popda Jadi Ajang Persiapan Menuju Porprov
Selain memburu prestasi, keikutsertaan Surabaya dalam Popda XV Jatim 2026 juga menjadi bagian dari strategi pembinaan atlet jangka panjang.
Sejumlah atlet yang memperkuat kontingen Kota Surabaya merupakan bagian dari program Pusat Latihan Cabang (Puslatcab). Mereka dipersiapkan untuk menghadapi kompetisi yang lebih tinggi, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur mendatang.
Melalui Popda, para atlet diharapkan dapat mengukur hasil latihan, meningkatkan mental bertanding, serta memperoleh pengalaman menghadapi persaingan antardaerah.
“Melalui Popda, para atlet mendapat kesempatan menguji hasil latihan, mengasah mental bertanding, sekaligus menambah pengalaman menghadapi persaingan sebelum naik ke jenjang kompetisi berikutnya,” jelas Herry.
Popda dan Peparpeda Diikuti Ribuan Peserta
Sebelumnya, Popda XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) III Jawa Timur 2026 resmi dibuka Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak bersama Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono.
Pembukaan berlangsung di Alun-Alun Merdeka Kabupaten Ngawi, Jumat (6/11/2026) malam.
Secara keseluruhan, ajang olahraga pelajar tersebut melibatkan 8.635 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur. Peserta terdiri atas atlet, pelatih, dan ofisial.
Popda XV mempertandingkan 29 cabang olahraga dengan partisipasi 38 kontingen. Jumlah pesertanya mencapai 7.767 orang, terdiri atas 5.902 atlet serta 1.865 pelatih dan ofisial.
Sementara itu, Peparpeda III mempertandingkan empat cabang olahraga yang diikuti 33 kontingen. Ajang tersebut melibatkan 266 atlet serta 146 pelatih dan ofisial, dengan total 412 peserta.
Selain itu, terdapat tiga cabang olahraga ekshibisi yang diikuti 32 kontingen. Jumlah pesertanya mencapai 456 orang, terdiri atas 347 atlet serta 109 pelatih dan ofisial.
Dengan kekuatan 509 atlet, Surabaya kini menatap persaingan Popda XV Jatim 2026 dengan optimisme tinggi. Target juara umum menjadi motivasi bagi seluruh atlet untuk memberikan kemampuan terbaik demi mengharumkan nama Kota Pahlawan.












