Kota Besar

Surabaya Perkuat Sektor MICE, Peserta Ditawarkan Paket Wisata dan City Tour

×

Surabaya Perkuat Sektor MICE, Peserta Ditawarkan Paket Wisata dan City Tour

Sebarkan artikel ini
Pemkot Surabaya memperkuat sektor MICE dengan menawarkan paket wisata, city tour, dan destinasi unggulan untuk memperpanjang masa tinggal peserta.
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id-Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat sektor Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) dengan mengintegrasikan kegiatan pertemuan dan konferensi dengan destinasi wisata.

Strategi tersebut diharapkan dapat mendorong peserta MICE tidak hanya datang ke Surabaya untuk menghadiri rapat atau kegiatan bisnis, tetapi juga memperpanjang masa tinggal sekaligus menikmati berbagai destinasi wisata di Kota Pahlawan.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Herry Purwadi, mengatakan Surabaya memiliki modal kuat untuk mengembangkan sektor MICE.

Selain dikenal sebagai kota perdagangan dan jasa, Surabaya memiliki banyak hotel, fasilitas pertemuan, restoran, serta destinasi wisata yang dapat mendukung penyelenggaraan kegiatan MICE.

“Surabaya sudah terkenal dari dahulu sebagai kota perdagangan dan jasa. Apalagi di Kota Surabaya ini banyak hotel-hotel dan destinasi wisata. Di situlah tempat-tempat yang memang disediakan untuk pertemuan itu tadi,” kata Herry, Senin (10/8/2026).

Tingkat Hunian Hotel Surabaya Meningkat

Potensi sektor MICE Surabaya juga terlihat dari tingkat hunian hotel. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Penghunian Kamar (TPK) total hotel di Surabaya pada Juni 2026 mencapai 53 persen.

Angka tersebut meningkat 3,05 poin dibandingkan TPK pada Mei 2026 yang berada di level 49,95 persen.

Bahkan, TPK hotel di Surabaya pada Juni 2026 tercatat lebih tinggi 14,43 poin dibandingkan rata-rata TPK hotel di Jawa Timur yang mencapai 38,57 persen.

Sementara itu, Rata-rata Lama Menginap Tamu (RLMT) di Surabaya pada Juni 2026 mencapai 1,38 malam. Kondisi ini menunjukkan rata-rata tamu hotel masih menghabiskan waktu sekitar satu hingga dua malam di Surabaya.

Data tersebut menjadi peluang bagi Pemkot Surabaya untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan, khususnya peserta kegiatan MICE.

Baca Juga  Paripurna APBD 2025, Fraksi PSI Surabaya Dorong Digitalisasi

Selama ini, menurut Herry, peserta MICE umumnya memiliki pola kunjungan yang relatif singkat. Mereka datang untuk mengikuti pertemuan, menginap di hotel, kemudian kembali ke daerah asal.

Karena itu, Pemkot Surabaya ingin menawarkan aktivitas tambahan berupa paket wisata agar peserta memiliki alasan untuk tinggal lebih lama.

Peserta MICE Ditawarkan City Tour

Herry mengatakan kegiatan MICE tidak harus selalu berlangsung di hotel. Sejumlah destinasi wisata juga dapat dikembangkan sebagai lokasi kegiatan maupun bagian dari rangkaian acara.

“Pemerintah Kota Surabaya memberikan tawaran untuk mereka stay lebih lama. Dengan apa? Menjual paket-paket wisata, penyelenggaraan event-event bisa di destinasi-destinasi wisata. Jadi tidak hanya di hotel, restoran, tapi sekarang bisa berkembang di destinasi wisata,” jelasnya.

Sejumlah destinasi di Surabaya dinilai memiliki potensi untuk mendukung pengembangan MICE. Salah satunya kawasan Sungai Kalimas yang saat ini tengah direvitalisasi.

Herry menyebut revitalisasi Kalimas diharapkan menghadirkan wajah baru kawasan tersebut sehingga semakin menarik bagi masyarakat maupun wisatawan.

“Kalau unggulan-unggulan saat ini kami sedang merevitalisasi Sungai Kalimas. Jadi dalam waktu dekat, seluruh warga Kota Surabaya dan warga Indonesia sesaat lagi akan melihat wajah baru dari Kalimas,” ujarnya.

Selain Kalimas, Pemkot Surabaya juga terus mengembangkan kawasan Kota Lama Surabaya. Revitalisasi dilakukan secara berkala untuk menjaga daya tarik destinasi sekaligus menghadirkan pengalaman baru bagi wisatawan.

“Surabaya ini tidak puas hanya destinasi yang sudah bagus. Jadi setiap tahun atau minimal dua tahun sekali kita selalu melakukan revitalisasi,” kata Herry.

Kebun Raya Mangrove dan Kampung Wisata Ikut Didorong

Menurut Herry, keberadaan destinasi wisata menjadi bagian penting dalam pengembangan MICE. Peserta tidak hanya membutuhkan ruang pertemuan, tetapi juga aktivitas yang dapat dilakukan setelah agenda utama selesai.

Baca Juga  Dispendik Surabaya Ajak Siswa Isi Liburan Secara Produktif, Ingatkan Batas Gadget dan Jam Malam

Pemkot Surabaya pun menyiapkan sejumlah alternatif destinasi, termasuk Kebun Raya Mangrove (KRM) yang memiliki auditorium dan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertemuan.

Selain itu, berbagai kampung wisata tematik juga terus dikembangkan sebagai pilihan aktivitas wisata bagi peserta MICE.

“Sekarang kita juga punya Kebun Raya Mangrove (KRM). Di sana juga punya auditorium yang bisa digunakan untuk pertemuan. Kemudian banyak sekali kampung-kampung wisata (tematik) juga yang sedang kita angkat sekarang,” ungkapnya.

Disbudporapar Surabaya juga menyiapkan aktivitas tambahan seperti city tour yang dapat dimasukkan dalam rangkaian kegiatan MICE.

“Kita akan memberikan tambahan ketika mereka datang. Kita akan memberikan side event, misalnya city tour seperti itu,” tutur Herry.

Untuk mendukung program tersebut, Pemkot Surabaya memiliki bus pariwisata yang dapat dimanfaatkan dalam paket perjalanan wisata.

Layanan tersebut nantinya dapat dikolaborasikan dengan hotel penyelenggara kegiatan MICE. Dengan demikian, peserta yang mengikuti pertemuan di sebuah hotel dapat langsung memperoleh pilihan paket wisata dengan biaya yang terjangkau.

Paket Wisata Dikemas dengan Hotel

Herry mengatakan Pemkot Surabaya membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak untuk mengemas paket MICE sekaligus wisata.

Misalnya, peserta mengikuti kegiatan di salah satu hotel. Setelah agenda utama selesai, mereka dapat ditawarkan paket city tour atau kunjungan ke destinasi wisata tertentu.

“Kita bundling dengan teman-teman yang lainnya menjadi satu paket, satu kesatuan utuh, yang mereka tidak perlu membayar mahal, tetapi bisa menikmati destinasi sekaligus dia memperoleh manfaat dari MICE tersebut,” jelasnya.

Konsep tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman lebih lengkap kepada peserta MICE selama berada di Surabaya.

Dengan begitu, kunjungan tidak berhenti pada aktivitas rapat, menginap di hotel, lalu pulang. Peserta juga memiliki kesempatan mengenal destinasi, kuliner, serta potensi ekonomi kreatif yang ada di Kota Pahlawan.

Baca Juga  Pemkot Surabaya Tetapkan Tiga Direksi Baru PDAM Surya Sembada, Siap Tingkatkan Pelayanan Air Minum

Dorong Kuliner dan Ekonomi Kreatif

Pengembangan sektor MICE Surabaya juga diarahkan untuk memberikan dampak lebih luas terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah kuliner. Herry menyebut Surabaya telah menjalani uji petik untuk penetapan sebagai kota kuliner oleh Kementerian Ekonomi Kreatif.

Karena itu, pengembangan MICE tidak hanya menjadi tanggung jawab Disbudporapar, tetapi membutuhkan dukungan berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemkot Surabaya.

“Oleh sebab itu pemerintah kota hadir untuk memberikan pelayanan yang maksimal. Tidak hanya Disbudporapar, tapi seluruh PD-PD (perangkat daerah) lain di Pemkot Surabaya,” pungkas Herry.

Melalui integrasi MICE, pariwisata, kuliner, dan ekonomi kreatif, Pemkot Surabaya berharap peserta kegiatan bisnis dapat tinggal lebih lama sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal.

 

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *