Intisari Berita:
- Calon mahasiswa Unitomo mengadu langsung ke Anggota Komisi X DPR RI Ahmad Dhani Prasetyo karena gagal KIP-K akibat data desil 6–10.
- Ahmad Dhani menyatakan akan membawa problem kuota beasiswa ke Presiden Prabowo, termasuk opsi penyesuaian porsi anggaran program MBG.
- Rektor Unitomo Prof. Dr. Siti Marwiyah, S.H., M.H. langsung memberi solusi konkret beasiswa afirmasi kampus bagi calon mahasiswa yang terganjal desil.
Surabaya, Jatimmandiri.id — Akses pendidikan tinggi bagi keluarga prasejahtera menjadi sorotan tajam dalam Dialog Kebangsaan bertajuk Serap Aspirasi Publik di Universitas Dr. Soetomo (Unitomo), Surabaya, Jumat (2/10/2026). Di hadapan Anggota Komisi X DPR RI Ahmad Dhani Prasetyo dan Rektor Unitomo Prof. Dr. Siti Marwiyah, S.H., M.H., seorang calon mahasiswa mengeluhkan kegagalannya meraih beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) akibat terbentur status desil kesejahteraan sosial.
Calon mahasiswa tersebut mengungkapkan bahwa meski kondisi ekonomi keluarganya nyata-nyata kurang mampu, berkas administrasinya tertahan karena data terdata masuk ke desil 6–10. Dialog yang mengusung tema “Kecermatan Rakyat untuk Undang-Undang Perampasan Aset dalam Pemberantasan Korupsi Menuju Indonesia Bersih” itu pun langsung beralih menjadi ruang advokasi kebijakan pendidikan terbuka bagi generasi muda.
Gagasan Ahmad Dhani: Usulkan Geser Sebagian Anggaran MBG demi Kuota Beasiswa
Mendengar rintangan administratif yang dihadapi anak muda tersebut, Anggota Komisi X DPR RI, Ahmad Dhani Prasetyo, memastikan akan meneruskan problem disparitas data dan keterbatasan kuota KIP-K ini langsung ke meja Presiden Prabowo Subianto.
Musisi sekaligus politisi Senayan itu melontarkan gagasan terobosan berupa kemungkinan realokasi sebagian pagu fiskal program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memperlebar payung perlindungan beasiswa kuliah bagi mahasiswa tidak mampu.
“Kita akan mencoba menyampaikan kepada Bapak Presiden untuk memotong sedikit anggaran MBG guna menambah kuota beasiswa,” tegas Ahmad Dhani di hadapan para peserta dialog.
Menurutnya, ketepatan sasaran bantuan pendidikan tinggi mendesak dievaluasi agar syarat formal kriteria desil tidak memutus asa anak-anak berprestasi dari keluarga rentan untuk mengenyam bangku perkuliahan.
Solusi Instan Unitomo: Rektor Siapkan Jalur Beasiswa Afirmasi
Menjawab langsung keresahan calon mahasiswanya tanpa menunggu rantai birokrasi pusat, Rektor Unitomo Prof. Dr. Siti Marwiyah, S.H., M.H. mengambil sikap afirmatif. Pihak rektorat menjamin calon mahasiswa yang tersandung kriteria desil KIP-K tersebut tetap bisa kuliah lewat skema beasiswa afirmasi internal kampus.
Langkah sigap ini diambil agar hambatan administratif kependudukan tidak mengubur hak dasar calon mahasiswa untuk mengenyam pendidikan tinggi secara berkeadilan.
Melalui beasiswa afirmasi, Unitomo berkomitmen memberikan intervensi langsung kepada mahasiswa yang benar-benar membutuhkan dukungan biaya, sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang berlaku di perguruan tinggi.
Evaluasi Akurasi Desil bagi Pemerataan Pendidikan Tinggi
Kasus yang mengemuka dalam dialog publik di Kampus Kebangsaan Unitomo ini kian menegaskan urgensi validasi data pemeringkatan sosial di tingkat pusat. Perluasan akses perguruan tinggi dinilai tidak hanya bertumpu pada besaran ketersediaan dana bantuan, melainkan kepastian mekanisme seleksi yang adil agar hak masyarakat miskin tidak terampas oleh anomali data di atas kertas.












