Kota Besar

Kasus Influenza Naik di Surabaya, Kadinkes Buka Suara

Penulis: Hari AgungEditor: Alif Bintang
×

Kasus Influenza Naik di Surabaya, Kadinkes Buka Suara

Sebarkan artikel ini
Kadinkes
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh
Example 468x60

Intisari Berita:

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id
  • Dinas Kesehatan Kota Surabaya melaporkan kenaikan tren kasus influenza akibat peralihan musim pancaroba dengan gejala yang relatif ringan.
  • Banyaknya pasien rawat inap di RS swasta dipicu pertimbangan klaim asuransi pribadi, berbeda dengan faskes pemerintah yang mengarahkan rawat jalan BPJS.
  • Warga diimbau memanfaatkan Puskesmas terdekat, memakai masker di kerumunan, dan mencukupi nutrisi selama masa pemulihan 7 hingga 10 hari.

Surabaya, Jatimmandiri.id — Memasuki musim pancaroba, tren kasus penyakit influenza di Kota Surabaya dilaporkan mengalami peningkatan. Kendati demikian, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik berlebihan, mengingat karakteristik gejala klinis yang dialami pasien saat ini umumnya tergolong ringan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, Sp.B., mengimbau warga agar menyikapi situasi ini secara proporsional. Ia menegaskan bahwa peningkatan angka penularan flu pada fase peralihan cuaca merupakan kondisi musiman yang dapat diantisipasi dengan menjaga daya tahan tubuh secara optimal.

Faktor Klaim Asuransi di Balik Perbedaan Penanganan RS Swasta dan Publik

Menanggapi persepsi publik terkait ramainya pasien influenza di fasilitas kesehatan, dr. Billy Daniel Messakh meluruskan adanya perbedaan pola pelayanan medis antara rumah sakit swasta dan rumah sakit milik pemerintah. Di rumah sakit swasta, banyak pasien influenza yang memilih untuk menjalani rawat inap atau masuk rumah sakit (MRS) karena memanfaatkan fasilitas klaim asuransi kesehatan swasta.

Sebaliknya, pada rumah sakit pemerintah atau fasilitas kesehatan publik, pasien dengan indikasi influenza ringan cukup diarahkan menjalani rawat jalan menggunakan kepesertaan BPJS Kesehatan, sebab secara klinis tidak ditemukan indikasi medis darurat yang mewajibkan opname.

Baca Juga  Satpol PP Surabaya Tertibkan Bangunan Liar di Aset Pemkot, Lahan Akan Diperluas untuk TPS

“Kasus memang meningkat, tapi tergolong ringan. Di rumah sakit swasta banyak yang dirawat inap karena pertimbangan klaim asuransi, sedangkan di RS pemerintah cenderung tidak dirawat karena memang gejalanya ringan,” terang dr. Billy Daniel Messakh, Rabu (30/9)

Layanan Puskesmas Terbuka dan Masa Pemulihan 1-2 Minggu

Dinkes Surabaya memastikan kesiapan seluruh jaringan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) untuk melayani warga yang mengeluhkan gejala flu. Masyarakat yang mengalami penurunan kondisi fisik dapat langsung memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat guna mendapatkan penanganan medis dan obat-obatan yang dibutuhkan secara tepat.

Secara epidemiologis, dr. Billy menjelaskan bahwa masa inkubasi serta siklus penularan virus influenza berlangsung singkat. Rata-rata kondisi pasien akan berangsur membaik dalam rentang 7 hingga 10 hari, atau maksimal 1 sampai 2 minggu seiring dengan pembentukan kekebalan tubuh alami.

Empat Kunci Pencegahan Penularan Influenza di Ruang Publik

Karena influenza menular sangat cepat melalui droplet di udara dan interaksi jarak dekat antarmanusia, Dinkes Kota Surabaya menganjurkan empat langkah preventif utama bagi masyarakat:

  • Tidak Panik: Menyikapi peningkatan kasus dengan rasional tanpa kecemasan berlebihan, berbeda dengan fase pandemi COVID-19 lalu.
  • Menggunakan Masker: Selalu mengenakan masker pelindung, terutama saat berada di tengah kerumunan massa atau ketika berinteraksi dengan orang yang sedang bergejala sakit.
  • Pola Makan Bergizi: Memperbaiki asupan makanan harian yang bervariasi dan padat nutrisi guna memperkuat benteng imunitas tubuh.
  • Asupan Vitamin: Rutin mengonsumsi suplemen pendukung imunitas, terutama Vitamin C dan Vitamin B Kompleks secara teratur.
Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *