Metropolitan

Surabaya Jadi Percontohan Nasional, Program RI–Norwegia Angkat 1 Ton Sampah Plastik per Hari

×

Surabaya Jadi Percontohan Nasional, Program RI–Norwegia Angkat 1 Ton Sampah Plastik per Hari

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id-Kota Surabaya resmi ditunjuk sebagai lokasi peluncuran perdana program Partnership for Preventing Riverine Plastic Pollution, kolaborasi antara Pemerintah Indonesia dan Norwegia untuk menekan pencemaran sampah plastik di sungai sebelum bermuara ke laut.

Program yang melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Lingkungan Hidup, United Nations Development Programme (UNDP), serta Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL) ini menjadikan Surabaya sebagai percontohan nasional dalam pengelolaan sampah sungai berbasis kolaborasi dan perubahan perilaku masyarakat.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, M. Fikser, mengungkapkan bahwa program yang dijalankan di Kali Tebu dan Kali Merutu telah menunjukkan hasil nyata.

Setiap hari, rata-rata satu ton sampah plastik berhasil diangkat dari kedua sungai tersebut melalui kerja sama antara pemerintah daerah dan berbagai organisasi lingkungan.

Menurutnya, program ini tidak hanya berfokus pada pembersihan sungai, tetapi juga mengedepankan edukasi masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, khususnya ke aliran sungai.

Selain berdampak pada lingkungan, program ini juga memberikan manfaat ekonomi. Sampah yang terkumpul dipilah dan diolah kembali untuk memiliki nilai jual, dengan melibatkan masyarakat sekitar dalam prosesnya.

Perubahan kondisi lingkungan pun mulai terlihat, terutama di kawasan Kali Tebu yang kini tampak lebih bersih. Kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan juga mulai meningkat seiring berjalannya program.

Dalam jangka panjang, keberhasilan program diukur dari menurunnya volume sampah yang masuk ke sungai.

Pemkot Surabaya juga terus memperkuat upaya pengurangan sampah dari hulu melalui program Kampung Zero Waste dan Kampung Proklim.

Saat ini, produksi sampah di Surabaya mencapai sekitar 1.800 ton per hari.

Dari jumlah tersebut, sekitar 200 ton telah dimanfaatkan kembali melalui TPS 3R dan aktivitas pemulung, sementara sisanya diolah melalui berbagai metode, termasuk gasifikasi menjadi energi listrik.

Baca Juga  Tebar Kepedulian Iduladha, Forwan Surabaya Salurkan 500 Paket Daging Kurban

Pemerintah pusat juga telah menyiapkan pengembangan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik di kawasan Sumberrejo sebagai upaya mengurangi beban tempat pembuangan akhir.

Sementara itu, perwakilan pemerintah pusat menegaskan bahwa perubahan perilaku masyarakat menjadi faktor utama dalam menyelesaikan persoalan sampah.

Pemilahan sampah dari sumber dinilai penting untuk mencegah pencemaran lingkungan.

Program ini juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga internasional, dan masyarakat dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Surabaya dipilih sebagai lokasi pertama karena dinilai memiliki komitmen kuat serta berbagai inovasi dalam pengelolaan sampah. Ke depan, program ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai daerah lain di Indonesia guna menekan pencemaran plastik secara nasional.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *