Surabaya, Jatimmandiri.id – Kawasan Kya-Kya Kembang Jepun yang dulu dikenal sebagai salah satu pusat wisata malam dan kuliner di Surabaya, kini terlihat jauh lebih sepi dibandingkan beberapa tahun lalu pascadiresmikan.
Bahkan saat akhir pekan tiba, deretan tenan makanan yang biasanya ramai dipadati pengunjung, kini tampak lengang.
Ditemui Jatimmandiri.id, sejumlah pedagang mengaku mengalami penurunan jumlah pengunjung. Hal itu dirasakan dalam setahun terakhir ini.
“Dari tahun ke tahun pengunjung bisa dikatakan menurun, sehingga mempengaruhi omset. Ya mungkin karena adanya banyak event di beberapa titik lain seperti Tugu Pahlawan dan Jembatan Merah, sehingga di sini kurang tersorot,” ujar Subianto, pedagang salah satu tenan di Kya-Kya, Jumat, 5 Juni 2026.
Meski mulai sepi, sebagian pedagang optimistis kawasan Kya-Kya masih punya magnet. Namun demikian, Subianto memberikan catatan.
Ia berharap, ada terobosan baru dari Pemkot Surabaya agar Kya-Kya dapat memantik pengunjung.
Misalnya, dengan menghadirkan event setiap bulan sekali atau live music dengan tema tertentu.
“Untuk hiburan sudah tersedia di hari Jumat, Sabtu, dan Minggu. Namun harapannya, stan yang ada ditambahi serta event bisa ada minimal sekali setiap bulannya. Sehingga bisa menarik pengunjung lagi,” tandas Subianto.












