Ekbis

Sukuk Tabungan ST016 Tembus Rp22,62 Triliun, Minat Investor Ritel Syariah Melesat

×

Sukuk Tabungan ST016 Tembus Rp22,62 Triliun, Minat Investor Ritel Syariah Melesat

Sebarkan artikel ini
ilustrasi
Example 468x60

Jakarta, Jatimmandiri.id,  –  Minat masyarakat terhadap instrumen investasi syariah milik pemerintah kembali menunjukkan tren positif. Kementerian Keuangan berhasil menghimpun dana hingga Rp22,62 triliun melalui penjualan Sukuk Tabungan seri ST016, sebuah capaian yang sekaligus mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor ritel terhadap Surat Berharga Negara (SBN) berbasis syariah.

Dana yang diperoleh dari penerbitan ST016 tersebut dipastikan akan digunakan sepenuhnya untuk mendukung kebutuhan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026. Keberhasilan ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat pasar keuangan domestik sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dalam pembiayaan pembangunan nasional.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan menyatakan bahwa hasil penjualan Sukuk Tabungan ST016 mencapai Rp22.617.773.000.000.

“Pemerintah telah melaksanakan Penetapan Hasil Penjualan Sukuk Tabungan ST016 sebesar Rp22.617.773.000.000,” demikian dikutip dari keterangan resmi, Minggu (14/6/2026).

Total perolehan tersebut berasal dari dua seri yang ditawarkan kepada masyarakat. Seri ST016T2 dengan tenor dua tahun mencatat nilai pemesanan sebesar Rp15.302.040.000.000. Sementara itu, seri ST016T4 yang memiliki tenor empat tahun berhasil mengumpulkan dana Rp7.315.733.000.000.

Menariknya, ST016T4 merupakan Green Sukuk Ritel, yakni instrumen investasi syariah yang hasil penerbitannya turut mendukung pembiayaan proyek-proyek ramah lingkungan.

Sukuk Tabungan ST016 sendiri ditawarkan kepada masyarakat selama periode 8 Mei hingga 3 Juni 2026. Instrumen ini menggunakan akad Wakalah dengan aset dasar berupa Barang Milik Negara (BMN) serta proyek-proyek yang tercantum dalam APBN 2026, termasuk berbagai program berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.

Sebagai produk investasi syariah ritel, ST016 menawarkan tingkat imbal hasil yang kompetitif. Untuk seri ST016T2, pemerintah menetapkan imbal hasil sebesar 6,05 persen per tahun, sedangkan seri ST016T4 memberikan imbal hasil 6,25 persen per tahun.

Baca Juga  KPKNL Surabaya Edukasi Masyarakat tentang Mekanisme Lelang Negara yang Aman dan Transparan

Kedua seri tersebut menerapkan skema floating with floor atau imbalan mengambang dengan batas minimal. Dengan mekanisme ini, investor tetap memperoleh tingkat imbal hasil minimum yang telah ditetapkan meskipun suku bunga acuan mengalami penurunan.

Pemerintah menilai keberhasilan penjualan ST016 tidak lepas dari upaya edukasi dan sosialisasi yang dilakukan secara masif kepada masyarakat. Berbagai kegiatan literasi keuangan digelar baik secara daring maupun luring, didukung optimalisasi media sosial untuk meningkatkan pemahaman publik mengenai investasi syariah.

Dari sisi pencapaian, ST016 tercatat sebagai Sukuk Tabungan keenam yang diterbitkan dalam format dua seri atau dual tranches. Produk ini berhasil menarik minat 81.667 investor dari berbagai wilayah di Indonesia.

Selain itu, ST016 juga mampu menjaring investor baru dalam jumlah signifikan. Tercatat sebanyak 15.847 investor baru bergabung jika dibandingkan dengan keseluruhan basis investor SBN ritel. Sementara dibandingkan dengan investor Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel, terdapat 20.081 investor baru yang ikut berpartisipasi.

Dari aspek demografi, Generasi Y atau milenial menjadi kelompok dengan jumlah investor terbanyak, yakni mencapai 52,15 persen dari total investor ST016. Namun, berdasarkan nilai pemesanan, Generasi X justru menjadi kontributor terbesar dengan porsi mencapai 42,39 persen.

Jika ditinjau dari latar belakang pekerjaan, investor dari kalangan pegawai swasta mendominasi dari sisi jumlah dengan persentase sebesar 34,93 persen. Sementara berdasarkan volume pemesanan, kelompok wiraswasta menyumbang kontribusi terbesar dengan pangsa 30,45 persen.

Partisipasi investor ST016 juga tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Investor yang berasal dari Indonesia bagian barat di luar DKI Jakarta tercatat mendominasi, dengan jumlah mencapai 51.970 investor atau sekitar 63,64 persen dari total investor. Kelompok ini sekaligus menjadi penyumbang nilai pemesanan terbesar, yakni sebesar 52,56 persen.

Baca Juga  Harga Pertamina Dex dan Dexlite Turun Mulai 1 Juni 2026, Pertamax Turbo Justru Naik

Menariknya, dominasi perempuan juga terlihat dalam penerbitan ST016. Investor perempuan mencapai 58,74 persen dari total investor, dengan kontribusi volume pemesanan sebesar 51,96 persen.

Selama masa penawaran ST016, terdapat Sukuk Tabungan seri ST012T2 yang jatuh tempo pada 10 Mei 2026 dengan nilai mencapai Rp14,42 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp7,23 triliun atau setara 50,11 persen diketahui kembali diinvestasikan ke dalam ST016.

Pemerintah menilai penerbitan Sukuk Tabungan ST016 bukan sekadar instrumen pembiayaan APBN. Lebih dari itu, langkah ini merupakan bagian dari upaya memperdalam pasar keuangan nasional, memperluas basis investor ritel, serta mendorong perubahan pola pikir masyarakat dari yang semula berorientasi menabung menjadi lebih sadar investasi.

“Penerbitan seri ST016T4 yang merupakan Green Sukuk Ritel juga mewujudkan komitmen pemerintah untuk berkontribusi dalam penurunan dampak perubahan iklim melalui pembiayaan proyek hijau pada APBN 2026,” tulis Kementerian Keuangan.

Dengan capaian penjualan yang menembus Rp22,62 triliun, ST016 memperlihatkan bahwa instrumen investasi syariah semakin diterima oleh masyarakat. Di sisi lain, keberhasilan ini turut memperkuat upaya pemerintah dalam mencari sumber pembiayaan yang berkelanjutan untuk mendukung pembangunan nasional.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *