Jakarta, Jatimmandiri.id – Pengelolaan jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Shell di Indonesia resmi beralih ke SEFAS Group melalui PT Isla Energy Indonesia. Meski kepemilikan bisnis telah berpindah, masyarakat tetap bisa menemukan merek Shell di jaringan SPBU tersebut karena penggunaan nama dan identitas merek dipertahankan melalui perjanjian lisensi.
Penyelesaian pengalihan bisnis ini menandai babak baru operasional SPBU Shell di pasar energi Indonesia. Transaksi tersebut mencakup bisnis ritel bahan bakar, kegiatan pasokan dan distribusi terkait, terminal bahan bakar minyak (BBM) di Gresik, serta sekitar 200 SPBU Shell yang tersebar di Indonesia.
Dari jumlah tersebut, lebih dari 160 unit merupakan SPBU milik perusahaan atau *company-owned*. Seluruh jaringan yang kini dikelola PT Isla Energy Indonesia tetap menggunakan merek Shell sesuai kesepakatan lisensi. Dengan demikian, pelanggan masih dapat mengakses produk BBM Shell melalui jaringan tersebut.
Namun, ketersediaan bahan bakar belum sepenuhnya normal. Dalam informasi terbaru melalui Instagram Story Shell Indonesia, layanan pengisian BBM saat ini hanya tersedia untuk produk Shell V-Power Diesel.
CEO SEFAS Group Ricky Roesli menyebut pengambilalihan bisnis ritel Shell sebagai langkah pengembangan usaha perusahaan. Selama ini, SEFAS dikenal sebagai distributor pelumas Shell terbesar di Indonesia.
“Sebagai distributor pelumas Shell terbesar di Indonesia, SEFAS bangga dapat mengambil langkah bisnis berikutnya, dan mendukung pertumbuhan masa depan sektor ritel energi Indonesia,” ujar Ricky, dikutip dari keterangan resmi (30/10).
Meski bisnis SPBU telah beralih, transaksi tersebut tidak mencakup segmen pelumas Shell di Indonesia. Bisnis pelumas tetap menjadi bagian dari kegiatan usaha Shell yang terus dikembangkan di pasar domestik.
Pengembangan itu ditandai dengan dimulainya produksi di Pabrik Manufaktur Gemuk atau *Grease Manufacturing Plant* pada September 2026. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 12 kiloton per tahun.
Pabrik gemuk itu melengkapi fasilitas Pabrik Pelumas atau *Lubricants Oil Blending Plant* (LOBP) Shell di Marunda, Bekasi, yang berkapasitas produksi mencapai 300 juta liter per tahun.
Dengan rampungnya pengalihan bisnis, operasional sekitar 200 SPBU Shell kini berada di bawah PT Isla Energy Indonesia. Merek Shell tetap digunakan berdasarkan lisensi, sedangkan bisnis pelumas dan fasilitas produksinya tidak termasuk dalam transaksi tersebut












