Jatim

Soroti SILPA Tembus Rp648 Miliar, MAKI Jatim Gelar Demo Akbar Tolak Rencana Utang Pemkab Jember Rp785 Miliar

×

Soroti SILPA Tembus Rp648 Miliar, MAKI Jatim Gelar Demo Akbar Tolak Rencana Utang Pemkab Jember Rp785 Miliar

Sebarkan artikel ini
Maki jatim
Ketua Umum MAKI Jatim, Heru, saat aksi di Kajati Jatim beberapa waktu lalu
Example 468x60
Intisari Berita:
  • MAKI Jawa Timur menolak keras wacana pinjaman Rp785 miliar Pemkab Jember ke PT SMI dan menggelar Aksi Demo Akbar pada Senin, 10 Agustus 2026.
  • Ketua MAKI Jatim, Heru, menyoroti kejanggalan rencana utang tersebut karena SILPA Kabupaten Jember tahun anggaran 2025 tercatat masih sangat tinggi, yakni tembus Rp648 miliar.
  • Aksi unjuk rasa dipusatkan di Pendopo Kabupaten Jember dan Kantor Bakorwil Jember untuk menuntut transparansi perencanaan anggaran serta keterlibatan audit publik.
Jember, Jatimmandiri.id – Wacana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember untuk melakukan perjanjian pinjaman daerah sebesar Rp785 miliar kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI memicu gelombang penolakan keras dari Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur.

Sikap penolakan tersebut diaktualisasikan melalui rencana Aksi Demo Akbar yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 10 Agustus 2026. Unjuk rasa ini dipastikan akan melibatkan massa dari MAKI Jatim serta dukungan gabungan dari sejumlah lembaga dan elemen masyarakat lainnya.

Massa aksi akan memusatkan titik demonstrasi di dua lokasi strategis, yakni area Pendopo Kabupaten Jember serta Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember-Lumajang yang berada di lingkungan Kantor Bakorwil Jember.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

MAKI Jatim: Ada SILPA Rp648 Miliar, Mengapa Harus Berutang?

Ketua Umum MAKI Jatim, Heru, menyampaikan kritik tajam terkait tata kelola keuangan Pemkab Jember.

Pihaknya mempertanyakan urgensi pengajuan utang ratusan miliar di saat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) Kabupaten Jember TA 2025 masih menyisakan angka yang sangat spektakuler.

“Dari awal kami heran dengan konsep rencana utang Pemkab Jember tersebut. Di tengah kenyataan berdasarkan data bahwa SILPA Kabupaten Jember tahun anggaran 2025 tembus Rp648 Miliar lebih,” tegas Heru, Minggu (9/8/2026).

Baca Juga  Pemkab Jember Perpanjang Kontrak 8.236 PPPK Paruh Waktu, Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas

Heru menilai kebijakan yang diambil Pemkab Jember terkesan kontradiktif. Ia juga menyoroti perubahan sikap legislatif yang dinilai kurang konsisten dalam mengawal anggaran daerah.

“Lebih lucu lagi ketika DPRD Jember yang pernah bersurat menanyakan dasar dan alasan di balik SILPA 648 Miliar, saat ini berpotensi menyetujui rencana hutang Pemkab Jember,” lanjutnya.

Tuntut Transparansi Perencanaan Pembangunan dan Audit Publik
Lebih lanjut, Heru membeberkan kronologi proses perencanaan pembangunan daerah.

Menurutnya, arah pembangunan Kabupaten Jember sejatinya telah disepakati bersama antara pihak eksekutif dan legislatif sejak pembahasan kegiatan pembangunan di DPRD Jember hingga Oktober 2025.

Ia menegaskan, skema pinjaman seharusnya baru dibahas secara terbuka jika dalam penetapan DIPA ternyata anggaran daerah tidak mencukupi target pembangunan.

“Apabila dalam penetapan DIPA Pemkab Jember dan disetujui DPRD ternyata anggaran belum memenuhi target, pada saat itulah rencana hutang bisa dibahas secara intensif dan sudah disampaikan isunya ke masyarakat Jember. Bukan tiba-tiba Pemkab Jember sekarang mau berinvestasi senilai 785 Miliar, dan DPRD Jember terkesan manut atau nutut saja,” ujar Heru.

MAKI Jatim mendesak agar konstruksi dan arah pembangunan Jember dibuka secara detail dan transparan kepada publik. Sebelum keputusan pinjaman berskala besar tersebut disahkan, Pemkab Jember diminta terlebih dahulu membuka ruang dialog serta audit publik.

Melalui Aksi Demo Akbar 10 Agustus mendatang, MAKI Jatim berharap dapat memberikan tekanan moral agar Pemkab dan DPRD Jember menghentikan wacana utang serta mengutamakan tata kelola anggaran yang berpihak pada kepentingan rakyat.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *