Intisari Berita:
Gubernur Khofifah meninjau pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Sampang seluas 8,4 hingga 12 hektare— SRT terluas se-Indonesia.
SRT Sampang ditujukan khusus bagi masyarakat prasejahtera (Desil 1 & 2) guna memutus rantai kemiskinan lewat pendidikan gratis berkualitas.
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SRT Sampang dijadwalkan serentak mulai 31 Juli 2026 mendatang.
Sampang, Jatimmandiri.id — Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan optimismenya bahwa kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Kabupaten Sampang. SRT terluas se-Indonesia ini akan menjadi fondasi kuat dalam mencetak generasi unggul sekaligus instrumen ampuh memutus mata rantai kemiskinan di Madura.
Pernyataan tersebut disampaikan Khofifah usai meninjau langsung progres pembangunan fisik SRT Sampang yang berlokasi di Jalan Batokarang, Kecamatan Camplong, Selasa (21/7/2026).
Sekolah terpadu yang menyatukan jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam satu kawasan ini diklaim menjadi area Sekolah Rakyat terluas di Indonesia.
“SRT merupakan penyiapan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu Desil 1 dan Desil 2. Hal ini menjadi solusi ampuh dan efektif untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan. Mudah-mudahan menjadi sumber bahagia keluarga dan bangsa,” ujar Khofifah.
Fasilitas Modern dan Berkonsep Pesantren
SRT Sampang didesain secara holistik untuk menunjang tumbuh kembang akademis, fisik, dan karakter peserta didik.
Seluruh siswa prasejahtera akan mendapatkan pembebasan biaya pendidikan penuh (full scholarship) yang ditopang oleh berbagai fasilitas pendukung modern, antara lain:
-
Fasilitas Akademik & Hunian: Asrama siswa, ruang kelas digital, serta laboratorium terpadu.
-
Fasilitas Olahraga Lengkap: Lapangan sepak bola, bola basket, bola voli, hingga jogging track berlapis rubber.
-
Penguatan Karakter & Keagamaan: Pengintegrasian konsep pesantren dengan penyediaan guru mengaji dari Dinsos Jatim untuk pembentukan akhlak serta program tahfiz Al-Qur’an.
Pembangunan fisik SRT terluas se-Indonesia di Sampang ini, yang dikerjakan maraton tiga shift tersebut diproyeksikan tuntas 100 persen dalam hitungan hari menjelang peresmian.
Tampung 224 Siswa dan Skema Titipan Se-Madura Raya
Pada tahun ajaran 2026/2027, SRT Sampang diproyeksikan menampung 224 peserta didik (27 siswa SD, 108 siswa SMP, dan 89 siswa SMA). Seleksi penerimaan siswa dilakukan secara presisi dengan melibatkan pendamping PKH dan TKSK agar tepat sasaran pada keluarga Desil 1 dan 2.
Tak hanya menampung warga lokal Sampang, saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dimulai, sekolah ini juga siap menerima siswa skema titipan dari berbagai kabupaten di Madura Raya—termasuk dari Pamekasan, Bangkalan, dan Sumenep.
Khofifah membeberkan bahwa pembangunan SRT permanen secara bertahap dirancang hadir di 18 titik lokasi se-Jawa Timur sebagai wujud komitmen mendukung visi Indonesia Emas 2045 bentukan Presiden RI Prabowo Subianto.
“Kebutuhan kepala sekolah sudah terpenuhi. Untuk rekrutmen guru SMA bekerja sama dengan Dinsos & Disdik Jatim, sedangkan guru SD-SMP didukung Pemerintah Kabupaten setempat. MPLS Sekolah Rakyat Terpadu di Sampang insya Allah dimulai 31 Juli 2026,” pungkasnya.












