Solo, Jatimmandiri.id – Kota Solo akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Tinju Nasional perebutan Sabuk Emas Gubernur Jawa Tengah 2026 dan Sabuk Emas Asosiasi Tinju Indonesia (ATI) yang digelar di Hotel Sahid Jaya Solo pada 4-5 Juli 2026.
Ajang ini menjadi event perdana yang digelar Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Tinju Indonesia sebagai langkah awal membangkitkan kembali olahraga tinju di Jawa Tengah.
Ketua DPW ATI Jawa Tengah, Asri Purwanti, mengatakan pertandingan akan dibuka dengan laga profesional pada Sabtu (4/7/2026) malam mulai pukul 19.00 WIB.
Sebanyak 10 petinju profesional dijadwalkan tampil dalam lima partai perebutan sabuk bergengsi.
“Harapan saya besok acaranya meriah dan ramai. Tujuan utama kami adalah mencari bibit-bibit atlet dari daerah Jawa Tengah agar bisa naik ke panggung nasional bahkan go international,” ujar Asri usai sesi timbang badan di Hotel Sahid Jaya Solo, Jumat (3/7/2026).
Menurutnya, kejuaraan ini menjadi langkah awal bagi kepengurusan ATI yang baru terbentuk di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Ia menyebut event tersebut menjadi momentum pecah telur untuk membangun ekosistem tinju yang lebih aktif dan kompetitif di daerah.
Pada malam pembukaan, sejumlah tokoh dijadwalkan hadir, termasuk Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen.
Selain pertandingan profesional, pembukaan juga akan dimeriahkan penampilan hiburan dari Wawin dan Toni Belok Kiri.
Sementara itu, pada Minggu (5/7/2026), kejuaraan akan dilanjutkan dengan pertandingan amatir yang diikuti hampir 70 petinju dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
Pertandingan dijadwalkan dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Asri menegaskan seluruh atlet telah menjalani tahapan wajib sebelum bertanding, mulai dari pemeriksaan kesehatan, timbang badan, hingga penandatanganan kontrak pertandingan.
Selain itu, seluruh petinju juga telah didaftarkan dalam program asuransi sebagai bentuk perlindungan selama pertandingan berlangsung.
Ketua DPP ATI, Ester Situmorang, mengatakan seluruh pertandingan profesional akan mengedepankan standar keselamatan yang ketat.
“Harapannya tentu bisa melahirkan petinju-petinju berkualitas dari Jawa Tengah yang nantinya mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” kata Ester.
Kejuaraan ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan olahraga tinju di Jawa Tengah sekaligus membuka peluang lahirnya petinju-petinju potensial dari daerah.












