Jateng

Puluhan Warga Grobogan Keluhkan Minyak Bantuan Beraroma Solar, Diminta Jangan Dikonsumsi

×

Puluhan Warga Grobogan Keluhkan Minyak Bantuan Beraroma Solar, Diminta Jangan Dikonsumsi

Sebarkan artikel ini
Warga mengeluhkan kualitas Minyakita.
Example 468x60

Grobogan, Jatimmandiri.id – Puluhan warga Desa Penadaran, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, mengeluhkan kualitas minyak goreng bantuan pangan yang mereka terima.

Minyak goreng kemasan dua liter diduga terkontaminasi karena mengeluarkan aroma menyengat menyerupai bahan bakar solar saat digunakan untuk memasak.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Temuan itu membuat warga memilih menghentikan penggunaan minyak goreng itu.

Lantaran khawatir membahayakan kesehatan apabila tetap dikonsumsi.

Salah satu warga Penadaran, Minah, mengaku terkejut ketika pertama kali memanaskan minyak goreng bantuan itu.

Menurutnya, aroma menyengat langsung tercium sesaat setelah minyak dituangkan ke dalam wajan.

“Saat digunakan untuk memasak, minyaknya berbau solar menyengat. Karena takut membahayakan kesehatan atau keracunan, kami terpaksa tidak menggunakannya lagi,” ujar Minah, Senin (29/6/2026).

Keluhan serupa disampaikan Ervin.

Ia mengatakan puluhan warga berencana mengembalikan minyak goreng bantuan tersebut ke balai desa agar dapat diganti dengan produk yang layak dikonsumsi.

“Kami berencana mengembalikan minyak ini agar bisa diganti dengan minyak goreng lain yang layak dan aman dikonsumsi,” katanya.

Kepala Desa Penadaran, Sholehatu Ridlo, membenarkan adanya laporan dari warga terkait minyak goreng bantuan bermerek Minyakita kemasan dua liter berwarna kuning.

Minyak goreng itu mengeluarkan bau menyerupai solar saat digunakan.

Pemerintah desa telah mengambil langkah antisipasi dengan meminta seluruh penerima bantuan menghentikan penggunaan minyak goreng itu.

“Menurut laporan dari warga, minyak goreng kemasan dua liter bermerek Minyakita berwarna kuning itu memang berbau solar saat digunakan untuk konsumsi,” ujarnya.

Pemerintah desa juga mengimbau masyarakat membawa kembali minyak goreng itu ke kantor desa.

Tujuannya untuk mendata sebelum dilakukan proses penggantian.

“Kami mengimbau agar minyak goreng tersebut tidak dikonsumsi terlebih dahulu. Silakan dibawa ke kantor desa untuk didata, dan nantinya akan kami upayakan agar ditukar dengan minyak goreng yang baru dan layak,” tegas Sholehatu Ridlo.

Baca Juga  Baznas Jepara Salurkan Bantuan kepada Difabel, Biayai Pengobatan hingga Renovasi Rumah Roboh

Saat ini, Pemerintah Desa Penadaran tengah melakukan pendataan terhadap seluruh minyak goreng bantuan yang diduga bermasalah.

Selanjutnya, pemerintah desa akan berkoordinasi dengan instansi dan dinas terkait untuk menyelidiki penyebab munculnya aroma menyerupai solar pada minyak goreng.

Serta memastikan keamanan produk sebelum kembali disalurkan kepada masyarakat.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *