
Jatimmandiri.id – Pemerintah Kabupaten Sleman terus mendorong transformasi digital koperasi agar mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi dan ekonomi global. Langkah ini dilakukan untuk mengubah citra koperasi menjadi organisasi yang lebih modern, adaptif, dan memiliki daya saing tinggi di era digital.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Makwan, mengatakan koperasi saat ini tidak lagi bisa berjalan dengan pola konvensional. Menurutnya, koperasi harus memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan pelayanan sekaligus memperluas jangkauan pasar.
“Koperasi masa kini harus bertransformasi menjadi koperasi digital. Koperasi yang menggunakan teknologi informasi, terhubung dengan sistem pembayaran modern, serta memanfaatkan kecerdasan buatan dan analisis data untuk memperluas pasar,” ujar Makwan saat membacakan sambutan Bupati Sleman dalam peringatan Hari Koperasi ke-79 di Monumen Jogja Kembali, Rabu (15/7).
Ia menilai modernisasi menjadi kebutuhan mendesak agar koperasi tetap relevan di tengah perubahan ekonomi yang berlangsung cepat. Melalui transformasi digital, koperasi diharapkan mampu menjangkau lebih banyak kalangan, mulai dari generasi muda, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pekerja kreatif, hingga pelaku startup lokal.
Selain penerapan teknologi, Makwan juga mengajak seluruh insan koperasi untuk terus memperkuat semangat gotong royong, meningkatkan kualitas tata kelola organisasi, serta memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak.
Menurutnya, koperasi yang profesional, transparan, dan inovatif akan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang serta bersaing, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di pasar global.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman Sutiasih mengatakan peringatan Hari Koperasi ke-79 menjadi momentum untuk mengevaluasi perkembangan koperasi sekaligus menyusun strategi pengembangan ke depan.
Ia menjelaskan kegiatan tersebut juga bertujuan meningkatkan semangat berkoperasi di kalangan anggota, pengurus, maupun pelaku usaha, sekaligus memberikan apresiasi kepada insan koperasi yang selama ini berkontribusi dalam memperkuat ekonomi daerah.
“Peringatan Hari Koperasi tahun ini diikuti sekitar 230 peserta yang berasal dari berbagai jenis koperasi, mulai dari Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI), koperasi pemasaran, koperasi konsumen, koperasi jasa, koperasi produsen, hingga koperasi simpan pinjam,” kata Sutiasih.
Penyelenggaraan kegiatan didukung Pemerintah Kabupaten Sleman bersama Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Sleman. Sejumlah mitra dari sektor swasta juga turut berpartisipasi, di antaranya Bank BPD DIY, BPR Sleman, serta pengelola Monumen Jogja Kembali.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, gerakan koperasi, dan dunia usaha, Pemkab Sleman optimistis ekosistem koperasi di wilayahnya akan semakin kuat dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, sehingga dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.












