Jatim

Skrining Jiwa Siswa SMAN Arjasa Pakai Instrumen MYNS 1

Penulis: Hari AgungEditor: Alif Bintang
×

Skrining Jiwa Siswa SMAN Arjasa Pakai Instrumen MYNS 1

Sebarkan artikel ini
SMAN Arjasa
Dinkes Jatim memberikan edukasi kesehatan jiwa kepada puluhan pelajar di SMAN Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep
Example 468x60

Intisari Berita:

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id
  • Dinkes Jatim menggelar edukasi dan skrining kesehatan jiwa bagi 30 siswa SMAN Arjasa di Pulau Kangean, Sumenep, Senin (31/8/2026).
  • Skrining menggunakan instrumen MYNS versi 1 difokuskan untuk mendeteksi dini luka psikologis dan potensi gangguan mental remaja.
  • Siswa yang teridentifikasi membutuhkan perhatian lanjutan akan mendapatkan pendampingan konseling kelompok langsung dari psikolog klinis.

Sumenep, Jatimmandiri.id — Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur memberikan edukasi kesehatan jiwa kepada puluhan pelajar di SMAN Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, pada Senin (31/8/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini merupakan bagian dari rangkaian program Pelayanan Kesehatan Bergerak Tahap III Pemerintah Provinsi Jawa Timur di wilayah kepulauan.

Sebanyak 30 siswa perwakilan dari jenjang kelas X, XI, dan XII SMAN Arjasa berpartisipasi aktif dalam sesi sosialisasi interaktif serta tahapan skrining kesehatan mental yang dipandu langsung oleh tim ahli.

Kenali Gejala Psikologis Sejak Dini pada Fase Krusial Remaja

Materi edukasi disampaikan langsung oleh Pengelola Program Kesehatan Jiwa dan Napza Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Moh. Ridwan Syafiuddin, M.Psi., Psikolog. Sosialisasi ini diarahkan secara terstruktur guna memperluas literasi para siswa dalam mengenali sinyal-sinyal gangguan psikologis yang kerap muncul pada masa pubertas dan transisi remaja.

Ridwan menegaskan bahwa masa remaja adalah fase pembentukan fondasi emosional yang sangat krusial, sehingga pemahaman terkait stabilitas kejiwaan wajib diinternalisasikan sedini mungkin.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan kesehatan jiwa kepada remaja, termasuk bagaimana mengenali gejala psikologis sejak awal,” terang Ridwan.

Di samping pemaparan materi, peserta diperkenalkan pada berbagai konsep luka psikologis yang dapat terjadi dalam dinamika kehidupan sehari-hari. Wawasan ini diharapkan melatih kepekaan empati siswa, baik terhadap perubahan mental diri sendiri maupun dinamika sosial di lingkungan pertemanan sebaya.

Baca Juga  PW IPPNU Helat Women’s Inspiration Talk, Senator Ning Lia Dorong Kader Perempuan Jadi Pemimpin Berdampak

Skrining Awal Instrumen MYNS Versi 1 dan Tindak Lanjut Konseling Kelompok

Dalam agenda tersebut, seluruh peserta menjalani penapisan kesehatan mental secara sistematis dengan menggunakan instrumen MYNS versi 1. Skrining ini bertujuan memetakan potret awal kondisi kesehatan mental sekaligus mengidentifikasi faktor risiko permasalahan psikologis di lingkungan sekolah.

Ridwan menggarisbawahi bahwa metode skrining ini merupakan langkah deteksi dini preventif dan bukan merupakan penetapan vonis diagnosis medis.

“Yang kami lakukan adalah skrining awal untuk melihat apakah terdapat permasalahan yang perlu ditindaklanjuti. Jika ditemukan kondisi yang membutuhkan perhatian, maka akan dilakukan penanganan sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Nantinya, data hasil penapisan instrumen MYNS versi 1 akan dievaluasi secara klinis. Siswa yang terindikasi memerlukan dukungan psikologis akan segera difasilitasi dengan sesi konseling kelompok bersama psikolog klinis guna memastikan penanganan berlangsung tepat sasaran.

Peran Strategis Sekolah dalam Ekosistem Preventif Kesehatan Mental

Edukasi ini sekaligus mendorong agar pelajar tidak lagi menstigma atau mengabaikan tekanan psikologis yang dialami, melainkan berani mencari bantuan profesional maupun orang tepercaya ketika menghadapi tekanan batin.

Ridwan menambahkan bahwa kemitraan dengan institusi pendidikan menjadi pilar kunci dalam mewujudkan lingkungan belajar yang sehat secara menyeluruh.

“Harapannya, anak-anak tidak hanya memahami kesehatan fisik, tetapi juga memiliki pengetahuan dan kepedulian terhadap kesehatan jiwanya,” pungkas Ridwan.

Penguatan Program Promotif dan Preventif di Kepulauan

Agenda di SMAN Arjasa ini mempertegas komitmen Dinas Kesehatan Jatim dalam Pelayanan Kesehatan Bergerak Tahap III di Pulau Kangean. Tidak hanya terbatas pada tindakan kuratif dan pelayanan klinis, program terpadu ini menyeimbangkan layanannya lewat pendekatan promotif-preventif agar kesadaran kesehatan mental di kawasan 3T dapat terbangun secara kokoh dan berkelanjutan.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Surabaya, Jatim Mandiri Hujan ringan hingga sedang mulai mengguyur sejumlah wilayah Jatim seiring Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menekan kekeringan…

Berita

Surabaya, Jatim Mandiri Pemkot Surabaya memecat Imam, anggota Satpol PP yang mengakui menjanjikan pekerjaan kepada warga dengan imbalan uang pada…

Berita

Probolinggo, Jatim Mandiri Pemkot Probolinggo memulai gerakan salat Subuh berjemaah bagi anak-anak di Masjid Agung Raudlatul Jannah, Minggu (6/9), untuk…

Berita

Pasuruan, Jatim Mandiri Polres Pasuruan Kota menangkap dua terduga pencuri sepeda motor dan seorang terduga penadah setelah membongkar rangkaian pencurian…