Surabaya, Jatim Mandiri
Hujan ringan hingga sedang mulai mengguyur sejumlah wilayah Jatim seiring Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menekan kekeringan dan kebakaran hutan, Senin (7/9). Di Gunung Ijen di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso, pemadaman udara telah menjatuhkan dua ton air pada lahan terbakar seluas sekitar 20 hektare dan dijadwalkan berlanjut hari ini (8/9).
Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto mengatakan hujan terpantau melalui Pos Meteorologi dan Alat Rekam Cuaca di sejumlah daerah. “Dari data Pos Meteorologi dan Alat Rekam Cuaca di beberapa titik, hujan ringan hingga sedang tercatat terjadi di beberapa wilayah,” terang Gatot seperti dikutip harian.disway.id.
Hujan terpantau di Pasrujambe dan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Curah hujan juga tercatat di wilayah Licin, Jambu, dan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi, serta sejumlah kawasan di Malang, Jember, Trenggalek, dan Pacitan.
OMC yang dilakukan Pemprov Jatim dan Kementerian Kehutanan ini kembali menyemai awan dengan menebar 800 kilogram natrium klorida atau NaCl di udara. Operasi diarahkan ke kawasan Gunung Argopuro, Ijen, dan Alas Purwo.
“Hari ini kami menerjunkan penerbangan penyemaian menggunakan 800 kilogram NaCl. Kami berharap langkah ini memicu awan hujan sebelum potensi kebakaran meluas,” ujar Gatot.
Pelaksanaan OMC bergantung pada ketersediaan awan yang berpotensi menghasilkan hujan. Kondisi minim awan membuat operasi belum dapat dilakukan secara optimal di wilayah utara Jawa Timur.
BPBD Jatim terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau pergerakan angin dan mencari awan potensial yang dapat disemai.
Sementara itu, kebakaran di kawasan Gunung Ijen masih ditangani. Berdasarkan pendataan sementara, luas lahan terdampak mencapai sekitar 20 hektare dan masih dapat berubah setelah pemetaan ulang.
Helikopter pemadam dipindahkan ke Banyuwangi setelah operasi penanganan kebakaran Gunung Semeru selesai. Pengoperasian dilakukan melalui Bondowoso menyusul permohonan BKSDA dan penetapan tanggap darurat oleh Bupati Banyuwangi.
Pada Minggu (6/9), helikopter melakukan dua kali penerbangan atau sortie. Setiap penerbangan membawa satu ton air sehingga total dua ton air dijatuhkan ke kawasan terbakar.
Pemadaman udara dihentikan sementara pada Senin karena helikopter menjalani perawatan rutin. Operasi dijadwalkan kembali berlangsung pada Selasa ini. “Khusus hari Senin, helikopter mendapatkan perawatan rutin sehingga tidak dilakukan water bombing. Pemadaman udara akan dilakukan kembali pada Selasa,” jelas Gatot. (*/ibn)












