Jatim

Resmi Dikukuhkan , PKK Surabaya Fokus Pilah Sampah Rumah Tangga dan Luncurkan Program Kemangi untuk Remaja

×

Resmi Dikukuhkan , PKK Surabaya Fokus Pilah Sampah Rumah Tangga dan Luncurkan Program Kemangi untuk Remaja

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SURABAYA, jatimmandiri.id – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya resmi berganti. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengukuhkan Rini Indriyani sebagai Ketua TP PKK Kota Surabaya beserta jajaran pengurus masa bakti 2025–2030 di Gedung Wanita Candra Kencana, Rabu (5/11/2025).

Pengukuhan tersebut menandai dimulainya kepengurusan baru yang akan berfokus pada sejumlah program prioritas, mulai dari pengelolaan sampah rumah tangga, pembinaan remaja, hingga percepatan penanganan stunting di Kota Surabaya.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Dalam sambutannya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa TP PKK memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Peran aktif PKK sangat vital dalam menyukseskan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Surabaya,” ujar Eri Cahyadi.

Menurutnya, keberhasilan berbagai program pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif organisasi kemasyarakatan seperti PKK yang memiliki jaringan hingga tingkat keluarga.

Fokus Tangani Sampah Rumah Tangga

Ketua TP PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani, mengatakan kepengurusan periode 2025–2030 akan menyelaraskan program kerja dengan visi pembangunan Pemerintah Kota Surabaya serta program nasional yang dicanangkan Presiden RI.

Salah satu perhatian utama adalah pengelolaan sampah rumah tangga, khususnya sampah organik atau sampah basah yang hingga kini masih menjadi tantangan dalam sistem pengelolaan sampah perkotaan.

“Tantangan terbesar saat ini adalah penanganan sampah basah rumah tangga. Meskipun pemilahan sampah kering sudah berjalan, sampah sisa makanan masih menjadi pekerjaan rumah yang signifikan,” kata Rini.

Untuk menjawab persoalan tersebut, TP PKK Surabaya akan mengintensifkan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat agar pemilahan sampah dilakukan langsung dari sumbernya, yakni di tingkat rumah tangga.

Gerakan tersebut akan melibatkan kader PKK hingga tingkat kelurahan dan RW untuk membangun kesadaran masyarakat dalam memilah sampah organik dan anorganik secara konsisten.

Baca Juga  Tindakan Tegas Terukur, Polres Bondowoso Amankan Tersangka Perampokan Berclurit

“Meskipun PKK telah memiliki program pengelolaan sampah, implementasinya khususnya untuk sampah basah masih perlu diperkuat. Karena itu diperlukan pendampingan yang lebih intensif agar menjadi kebiasaan masyarakat,” tegasnya.

Luncurkan Program Kemangi untuk Remaja

Selain persoalan lingkungan, TP PKK Surabaya juga meluncurkan program baru bernama Kemangi (Kelas Remaja, Orang Tua Tangguh, Kreatif, dan Mandiri).

Program tersebut merupakan pengembangan dari Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) yang selama ini berfokus pada pendampingan anak usia dini.

Jika SOTH menyasar anak usia 0–5 tahun, Kemangi akan difokuskan pada kelompok remaja berusia 10 hingga 18 tahun yang dinilai menghadapi tantangan sosial dan digital yang semakin kompleks.

Program Kemangi akan diawali melalui pilot project di 31 kecamatan sebelum diperluas ke seluruh wilayah Surabaya yang mencakup 153 kelurahan dan lebih dari 1.300 RW.

“Kelompok remaja memiliki tantangan besar di tengah arus informasi global. Tujuan Kemangi adalah membekali mereka agar tidak mudah terprovokasi atau terpengaruh hal-hal negatif,” jelas Rini.

Menurutnya, pembinaan karakter dan penguatan peran keluarga menjadi kunci dalam menciptakan generasi muda yang tangguh, kreatif, dan memiliki daya saing.

Tetap Fokus pada Penanganan Stunting

Di samping program lingkungan dan pembinaan remaja, TP PKK Surabaya juga memastikan program percepatan penurunan stunting tetap menjadi prioritas utama.

Pendampingan kepada ibu hamil berisiko tinggi, pemantauan tumbuh kembang balita, serta edukasi gizi keluarga akan terus diperkuat melalui kolaborasi dengan perangkat daerah dan fasilitas kesehatan.

Rini menegaskan bahwa seluruh program yang dijalankan akan mengedepankan pendekatan berbasis data agar pelaksanaannya lebih terukur dan efektif.

“Jika dahulu sosialisasi dilakukan secara umum, kini akan diperkuat dengan basis data yang rinci. Kami ingin mengetahui berapa warga yang sudah mendapatkan sosialisasi, bagaimana dampaknya, dan memastikan setiap program memiliki data yang valid,” ujarnya.

Baca Juga  DPRD Bojonegoro Dorong Sinergi CSR Perusahaan dengan Program Prioritas Pemda 2025

Dengan pendekatan berbasis data tersebut, TP PKK Surabaya berharap dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus memastikan setiap program memberikan manfaat yang nyata.

Menutup sambutannya, Rini mengingatkan seluruh pengurus agar menjadikan PKK sebagai wadah pengabdian kepada masyarakat.

“PKK adalah tempat untuk mengabdi dan belajar, bukan tempat mencari materi,” pungkasnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *