Intisari Berita:
Anggota DPR RI Fraksi PKS, Reni Astuti, menyampaikan pesan khusus “Anak Terlindungi, Indonesia Maju” di HAN 2026.
Menekankan pentingnya sinergi keluarga, sekolah, dan pemerintah dalam menghadapi tantangan anak di era digital.
Mendorong perlindungan anak sebagai fondasi utama pencapaian Generasi Emas Indonesia 2045.
Jakarta, Jatimmandiri.id — Momentum peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang jatuh pada Kamis (23/7/2026) dimanfaatkan oleh Anggota DPR RI Fraksi PKS, Dr. Reni Astuti, S.Si., M.PSDM., untuk menggugah kesadaran publik. Reni mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat komitmen nyata dalam pemenuhan hak-hak anak serta menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang generasi penerus.
Melalui unggahan resminya, Reni menyampaikan pesan tajuk khusus “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”.
Ia menggarisbawahi bahwa masa depan dan daya saing bangsa sangat bergantung pada pola pengasuhan, kualitas pendidikan, dan tingkat perlindungan yang didapatkan anak sejak dini.
“Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa anak adalah aset terbesar bangsa. Mereka harus tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih sayang, aman, sehat, dan mendukung perkembangan karakter maupun kemampuan mereka,” ujar Reni Astuti.
Benteng Anak dari Tantangan Era Digital
Reni menyoroti kompleksnya tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, terutama di tengah pesatnya keterbukaan era digital. Menurutnya, pemenuhan hak anak tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja.
Melainkan membutuhkan kolaborasi terpadu antara keluarga sebagai benteng utama, lingkungan sekolah, masyarakat, hingga regulasi tegas dari pemerintah.
Dengan mengusung tema nasional “Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan”, Reni mendorong agar HAN 2026 tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan belaka.
-
Pendidikan Inklusif: Memastikan akses belajar yang adil dan merata bagi seluruh anak Indonesia.
-
Lingkungan Bebas Kekerasan: Menjamin perlindungan fisik dan mental anak dari perundungan (bullying) serta kejahatan siber.
-
Penguatan Karakter: Membekali anak dengan nilai moral agar tumbuh menjadi pribadi berdaya saing menuju Generasi Emas 2045.
“Setiap anak berhak memperoleh kasih sayang, pendidikan berkualitas, serta kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi dan meraih cita-citanya. Mari kita bangun budaya yang menghargai hak anak secara nyata,” tegas legislator asal Dapil Jawa Timur I tersebut.












