Ponorogo, Jatimmandiri.id – Upaya Ponorogo menembus jejaring UNESCO Creative Cities Network (UCCN) terus diperkuat melalui penyelenggaraan Ponorogo Creative Festival (PCF) 2026. Festival yang berlangsung di depan Paseban Alun-alun Ponorogo pada 4–7 Agustus 2026 itu menjadi etalase bagi pelaku ekonomi kreatif sekaligus strategi pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kreativitas.
Sebanyak 50 produk unggulan UMKM, pameran, bazar ekonomi kreatif, hingga pertunjukan seni ditampilkan dalam festival tahunan tersebut. Kehadiran para pelaku industri kreatif diharapkan mampu memperluas promosi produk lokal sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi, mengatakan PCF menjadi bagian penting dari langkah Ponorogo memperkuat posisinya sebagai calon kota kreatif dunia.
“Pada PCF tahun ini terdapat 50 produk kreatif dari para pelaku UMKM, pertunjukan seni, pameran, serta bazar ekonomi kreatif. Kegiatan ini menjadi bentuk dukungan pemerintah kepada para insan kreatif agar terus berkembang sebagai penggerak ekonomi masyarakat Ponorogo,” ujar Judha usai pembukaan festival, Selasa (4/8/2026) malam.
Menurut Judha, Ponorogo Creative Festival telah digelar selama lima tahun berturut-turut sebagai bentuk komitmen daerah dalam mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif sekaligus menguatkan posisi Ponorogo sebagai bagian dari Jejaring Kota Kreatif Indonesia.
Ia juga mengungkapkan bahwa pada 2025, Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah mengusulkan Kabupaten Ponorogo kepada UNESCO sebagai kota kreatif. Usulan tersebut lahir dari sinergi pemerintah bersama para pelaku ekonomi kreatif di daerah.
Mengusung tema “Beyond the Horizon”, PCF 2026 mencerminkan optimisme Ponorogo untuk terus berkembang tanpa batas melalui pemanfaatan potensi ekonomi kreatif.
“Tema ‘Beyond the Horizon’ menggambarkan semangat Ponorogo untuk terus berkembang tanpa batas sehingga mampu menghadirkan masa depan yang semakin cerah melalui potensi ekonomi kreatif yang dimiliki,” jelas Judha.
Selain menjadi sarana promosi produk unggulan daerah, festival ini juga membuka ruang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk berinovasi, berkolaborasi, serta membangun jejaring dengan kota-kota kreatif lainnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo Lisdyarita, yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Ponorogo Drs. Harjono, M.Kes, menegaskan bahwa PCF bukan sekadar agenda hiburan, tetapi juga wadah pembelajaran dan penguatan jaringan yang akan mendukung Ponorogo menjadi kota kreatif berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.
“Ponorogo Creative Festival 2026 bukan sekadar perayaan, tetapi juga ruang belajar, berkolaborasi, dan membangun jejaring agar Ponorogo tidak hanya dikenal sebagai Kota Reog, melainkan juga sebagai kota kreatif yang mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional,” kata Harjono.
Pembukaan PCF 2026 berlangsung meriah dan dihadiri ribuan pengunjung. Festival diawali dengan permainan angklung yang kemudian dilanjutkan kolaborasi musik angklung oleh para siswa Sekolah Rakyat Ponorogo, menghadirkan perpaduan seni tradisional dengan kreativitas generasi muda sebagai pembuka rangkaian kegiatan.












