Dalam Negeri

Polri Imbau Masyarakat Cermat Saring Informasi di Ruang Digital

×

Polri Imbau Masyarakat Cermat Saring Informasi di Ruang Digital

Sebarkan artikel ini
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengimbau masyarakat lebih kritis dalam menerima dan menyebarkan informasi di ruang digital.
Example 468x60

Jatim Mandiri – Polri mengimbau masyarakat agar semakin cermat dalam menerima maupun menyebarkan informasi di ruang digital. Setiap informasi yang beredar di media sosial perlu diperiksa sumber, waktu, lokasi, serta konteksnya sebelum dipercaya dan dibagikan kembali.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi digital masyarakat di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Polri mengingatkan bahwa sebuah konten lama dapat kembali beredar dengan narasi berbeda. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman apabila masyarakat langsung mempercayai informasi tanpa melakukan verifikasi.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan ruang digital yang sehat. Salah satunya dengan tidak terburu-buru membagikan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

“Di tengah derasnya arus informasi saat ini, kita perlu membiasakan diri untuk tidak langsung percaya atau menyebarkan sebuah konten. Lihat sumbernya, cek waktunya, cek konteksnya, dan lakukan cross-check dengan informasi dari sumber yang dapat dipercaya,” ujar Isir dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (25/8/2026).

Waspadai Konten Lama dengan Narasi Baru

Isir mengatakan salah satu hal yang perlu diwaspadai adalah munculnya kembali video atau konten lama yang kemudian disertai narasi baru.

Dalam sejumlah penelusuran, terdapat video yang sebelumnya telah beredar pada 2025, tetapi kembali muncul pada 2026 dengan konteks berbeda.

Menurutnya, kemunculan kembali konten lama tidak otomatis menunjukkan bahwa seluruh informasi yang menyertainya salah. Namun, perubahan konteks harus diperiksa agar masyarakat tidak menarik kesimpulan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Konten lama bisa saja kembali muncul dalam situasi yang berbeda. Karena itu, yang perlu kita pastikan bukan hanya apakah videonya nyata, tetapi juga apakah waktu, lokasi dan narasi yang menyertainya sesuai dengan kondisi sebenarnya,” jelasnya.

Baca Juga  Jelang Muktamar ke-35 NU, Ning Lia Napak Tilas ke Ponpes Canga’an

Banyak Unggahan Bukan Jaminan Kebenaran

Polri juga mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan banyaknya akun yang mengunggah informasi serupa sebagai ukuran kebenaran.

Menurut Isir, sebuah konten yang diunggah ulang oleh banyak akun dapat terlihat seolah-olah telah terkonfirmasi. Padahal, sumber awal dan kebenaran informasi tersebut belum tentu jelas.

“Jangan menjadikan jumlah repost sebagai ukuran kebenaran. Semakin banyak informasi yang kita terima, justru semakin penting bagi kita untuk melakukan cek dan cross-check,” katanya.

Masyarakat juga diminta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas. Proses verifikasi perlu dilakukan sebelum mengambil kesimpulan atau meneruskan informasi kepada orang lain.

Saring Sebelum Sharing

Isir menegaskan ruang digital merupakan bagian dari kehidupan masyarakat yang harus dijaga bersama. Karena itu, pengguna media sosial dituntut bersikap kritis dan bertanggung jawab ketika menerima maupun membagikan informasi.

“Ruang digital adalah ruang kita bersama. Mari kita jaga dengan menjadi pengguna media sosial yang cerdas, kritis dan bertanggung jawab. Saring sebelum sharing, karena satu informasi yang kita bagikan dapat diteruskan kepada banyak orang,” pungkasnya.

Polri akan terus mendorong edukasi dan literasi digital sebagai bagian dari upaya menciptakan ekosistem informasi yang sehat. Langkah tersebut sekaligus untuk mengantisipasi penyebaran hoaks, misinformasi, dan disinformasi di tengah masyarakat.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Presiden Targetkan Tuntas Dua Pekan Surabaya, Jatim Mandiri Kebakaran kawasan Tahura Gunung Arjuno-Welirang, Jatim, belum padam hingga Selasa (25/8).  Padahal…

Berita

Surabaya, Jatim Mandiri Dinas Pendidikan Jatim menyiapkan gedung SMA dan SMK negeri sebagai tempat transit peserta Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama…