Dalam NegeriJatim

Jelang Muktamar ke-35 NU, Ning Lia Napak Tilas ke Ponpes Canga’an

×

Jelang Muktamar ke-35 NU, Ning Lia Napak Tilas ke Ponpes Canga’an

Sebarkan artikel ini
Lia Istifhama melakukan Napak tilas sejarah Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Canga'an, Bangil, Pasuruan.
Example 468x60

Bangil, Jatimmandiri.id – Menjelang Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Jombang, Senator Lia Istifhama melakukan Napak tilas sejarah Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Canga’an, Bangil, Pasuruan, Jumat (24/7/2026).

Ponpes yang tercatat berdiri pada 1710 Masehi ini adalah tempat menimba ilmu para pendiri NU. Karena itu, Lia Istifhama menyebut Ponpes Canga’an sebagai Rumah Besar Nahdlatul Ulama.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Mulai Syaikhona Kholil Bangkalan, Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari dan KH Hasbullah yang merupakan ayah dari KH Wahab Hasbullah. Ia pernah mondok di pesantren yang didirikan Syekh Jalaluddin atau Mbah Lowo Ijo tersebut.

“Pondok Pesantren Canga’an ini punya nilai sejarah yang tinggi. Pondok ini bukan sekedar tua, tapi tempat menimba ilmu para pendiri NU. Jadi bisa dibilang titik awal NU berasal dari Pondok Canga’an,” kata perempuan yang akrab disapa Ning Lia itu, Sabtu (25/7/2026).

Anggota DPD RI dari Daerah Pemilihan Jawa Timur tersebut juga mengapresiasi para Dzurriyah Pondok Pesantren Canga’an karena punya komitmen kuat mempertahan Pesantren Canga’an. Baik dari segi orisinalitas bangunan mau pun eksistensi mendidik para santri.

Menurut Lia, tidak mudah mempertahankan eksistensi Pondok Pesantren tua dari derasnya arus modern. Terlebih pondok ini berada di tengah jantung kota Bangil.

“Saya mengapresiasi keluarga besar Pondok Pesantren Canga’an yang tetap konsisten mempertahankan pesantren tersebut. Merawat Pesantren Canga’an sama dengan merawat sejarah NU. Sebab benang merah NU berasal dari sini,” terang Lia.

Putri KH Masykur Hasyim ini mengaku Pesantren Canga’an ini juga punya sejarah pribadi bagi dirinya.

Sebab almarhum ayahnya adalah alumni santri di pondok tersebut.

Hatinya pun bergetar saat memasuki Jerambah KH Hasyim Asy’ari. Sebab di aula itu tempat ayahnya mengaji.

Baca Juga  Siapa Paling Memikat Anak Muda Jatim? Ini Hasil Survei ARCI Jelang Pilgub 2029

Lia menambahkan, bahkan dirinya bisa merasakan getaran kuat saat melihat salah satu kamar yang ada di Jerambah KH Hasyim Asy’ari.

Batinnya mengatakan di kamar nomor dua sebelah kiri itu adalah tempat tidur ayahnya saat menjadi santri.

“MasyaAllah, Pesantren Canga’an ini bukan saja bersejarah bagi Nahdlatul Ulama, tapi juga bagi saya. Di sini lah ayah saya pernah menimba ilmu, sebelum melanjutkan belajar ke Pesantren Tambakberas Jombang yang menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 NU,” pungkas Lia.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *