Jateng

PLTU Rembang Dinilai Bisa Jadi Contoh Cofiring Biomassa

Penulis: Habib Al Bay Haqqi
×

PLTU Rembang Dinilai Bisa Jadi Contoh Cofiring Biomassa

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta, Jatim Mandiri – Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) Hokkop Situngkir menyebut pelaksanaan cofiring biomassa di PLTU Rembang, Jawa Tengah, dapat menjadi contoh bagi PLTU lainnya. Ia menyampaikan apresiasi atas inovasi penerimaan dan penyimpanan biomassa saat berkunjung ke pembangkit tersebut pada Selasa, 03/11.

“PLTU Rembang menjadi salah satu PLTU dengan penerimaan terbanyak pada 2025. Saya sangat senang dengan penerimaan dan inovasi yang dilakukan,” ujar Hokkop dalam kunjungan tersebut. Kedatangannya diterima Senior Manager PLN Nusantara Power UP Rembang Jayadi beserta jajaran.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Hokkop menilai inovasi di PLTU Rembang patut ditiru dan diterapkan di pembangkit lain. Salah satu sistem yang menjadi perhatian ialah pengaturan penerimaan dan penyimpanan biomassa melalui dua zona serta dua akses masuk. Pengaturan ini menjadi bagian dari cara PLTU mengelola alur biomassa yang diterima.

Ketika zona pertama penuh, penerimaan biomassa dapat dialihkan ke zona kedua. Dengan pengaturan tersebut, kegiatan penerimaan dan penyimpanan tetap berjalan tanpa mengganggu aktivitas di zona lainnya. Sistem itu juga memungkinkan proses penerimaan tetap berlangsung ketika salah satu zona telah terisi penuh.

Dua pintu akses membuat proses pembongkaran lebih lancar dan memudahkan penataan biomassa. Pengaturan akses tersebut turut mendukung kondisi kerja yang lebih aman. Setiap akses masuk memiliki kapasitas penampungan 13 ribu ton biomassa, sehingga masing-masing akses menyediakan kapasitas penampungan sebesar itu.

“Cofiring di PLTU Rembang saat ini sekitar 5 persen hingga 10 persen,” lanjut Hokkop. Penerimaan biomassa di pembangkit tersebut meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2023, jumlahnya tercatat 76 ribu ton, kemudian naik menjadi 118 ribu ton pada 2024.

Pada tahun lalu, penerimaan biomassa di PLTU Rembang mencapai 185 ribu ton. Hokkop mengapresiasi pelaksanaan cofiring serta pencapaian target pembangkit tersebut. Ia menyampaikan harapan agar target cofiring tetap tercapai, sehingga pelaksanaannya mendukung program pengurangan emisi.

Baca Juga  Polri Mutasi Sejumlah Perwira, Dirtipideksus Bareskrim Berganti

“Saya mengapresiasi pelaksanaan cofiring biomassa di PLTU Rembang. Target cofiring dan MWh green PLTU Rembang selalu tercapai. Saya berharap, target cofiring bisa tercapai sehingga mendukung program pengurangan emisi,” sebut Hokkop. Ia menilai capaian target tersebut selaras dengan upaya mengurangi emisi.

Dalam rangkaian kunjungan, Hokkop juga mendatangi PLTU Tanjung Awar-awar di Tuban, Jatim. Kunjungan itu diterima Senior Manager Nusantara Power UP Tanjung Awar-awar Tri Wahyudi. Di pembangkit tersebut, Hokkop mengapresiasi penerapan digitalisasi yang berkaitan dengan pemantauan cofiring.

Menurut Hokkop, pemantauan cofiring secara digital akan membantu keberhasilan program pengurangan emisi karbon. Penerimaan biomassa di PLTU Tanjung Awar-awar turut mendukung pelaksanaan program cofiring biomassa PLTU PLN. Kunjungan ke dua pembangkit tersebut mencakup pembahasan penerimaan biomassa, pelaksanaan cofiring, dan pemantauan digital.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *