Edu-Life & Sport

PISA 2025 Skor Literasi dan Sains Indonesia Menguat

Penulis: AyundaEditor: Ayn
×

PISA 2025 Skor Literasi dan Sains Indonesia Menguat

Sebarkan artikel ini
Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen Toni Toharudin mengumumkan hasil PISA 2025 dalam kegiatan Temu Media Perilisan dan Tindak Lanjut Hasil PISA 2025 di Gedung E Kemendikdasmen, Jakarta Pusat pada Selasa (8/9/2026).
Example 468x60

Jakarta, Jatimmandiri.id – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengumumkan adanya tren kenaikan pada skor literasi membaca dan sains Indonesia pada Programme for International Student Assessment (PISA) 2025.

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen Toni Toharudin mengatakan hasil skor PISA tersebut menunjukkan kebijakan Kemendikdasmen sudah berada pada arah yang tepat, khususnya pada sisi pengayaan kompetensi guru dan penguatan literasi.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Keberhasilan kita bukan naiknya posisi Indonesia dalam peringkat PISA, melainkan semakin naiknya kemampuan murid kita dalam bernalar, memecahkan masalah, dan belajar sepanjang hayat,” kata Toni dalam Temu Media Perilisan dan Tindak Lanjut Hasil PISA 2025 di Gedung E Kemendikdasmen, Jakarta Pusat pada Selasa.

Di tengah tren skor sains, membaca, dan matematika negara-negara OECD yang menurun selama 25 tahun terakhir, ia mengatakan performa pendidikan Indonesia relatif stabil, bahkan Indonesia naik di literasi dan sains.

Pihaknya melaporkan adanya kenaikan pada dua domain utama PISA 2025, yakni domain literasi sains yang naik 6 poin dari 383 pada PISA 2022 menjadi 389 serta domain literasi membaca yang juga naik 6 poin, dari 359 menjadi 365 poin.

Adapun skor matematika berada di angka 364, mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yang berada pada 366 poin.

Pencapaian ini, lanjut Toni, semakin berarti bila melihat Coverage Index, yaitu proporsi murid usia 15 tahun yang berada dalam sistem pendidikan formal. Pada keikutsertaan pertama PISA 2003, pihaknya mencatat Coverage Index Indonesia baru 0,46.

Sementara pada PISA 2025, angka teraebut melonjak hampir dua kali lipat menjadi 0,90.

“Ini menjadi bukti perluasan akses pendidikan yang signifikan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk sejak Indonesia beralih penuh dari moda paper based test (PBT) ke computer based test (CBT) mulai PISA 2018,” kata Toni.

Baca Juga  Selvi Gibran Buka Bazar Bhayangkari Nusantara 2026, Dorong UMKM Naik Kelas

Ia menambahkan tantangan selanjutnya ialah memastikan kebijakan pendidikan saat ini dilaksanakan secara konsisten dan berdampak terhadap pengalaman belajar setiap murid di setiap kelas.

Untuk itu, pihaknya siap menindaklanjuti hasil PISA 2025 tersebut dengan sejumlah strategi.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Edu-Life & Sport

Jakarta, Jatimmandiri.id –  Kehidupan rumah tangga Chicco Jerikho dan Putri Marino kembali menjadi perhatian. Sama-sama berkarier sebagai aktor dan aktris,…