Jatim

Misi Dagang Jatim–Kaltara Tembus Rp2,507 Triliun: Khofifah dan Zainal Arifin Paliwang Perkuat Rantai Pasok hingga Buka Peluang Ekspor

Penulis: Hari AgungEditor: Alif Bintang
×

Misi Dagang Jatim–Kaltara Tembus Rp2,507 Triliun: Khofifah dan Zainal Arifin Paliwang Perkuat Rantai Pasok hingga Buka Peluang Ekspor

Sebarkan artikel ini
Misi Dagang Jatim
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang, forum Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur–Kalimantan Utara
Example 468x60

Intisari Berita:

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id
  • Misi Dagang Jatim–Kaltara di Tarakan mencetak transaksi final spektakuler senilai Rp2,507 triliun dari pertukaran puluhan komoditas unggulan antardaerah.
  • Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong hilirisasi potensi sarang burung walet Kaltara agar dapat menembus pasar ekspor lewat jaringan dagang global Jatim.
  • Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang menyambut kemitraan strategis ini sebagai pijakan perluasan investasi dan konektivitas bisnis yang berkelanjutan.

Tarakan, Jatimmandiri.id — Kolaborasi ekonomi antardaerah kembali mencatatkan capaian impresif. Dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang, forum Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur–Kalimantan Utara yang digelar di Hotel Tarakan Plaza, Selasa (8/9/2026), sukses membukukan nilai transaksi final mencapai sekitar Rp2,507 triliun.

Dari total transaksi tersebut, penjualan komoditas dari Jawa Timur ke Kalimantan Utara mendominasi dengan capaian Rp1,644 triliun. Sebaliknya, realisasi pembelian produk Kalimantan Utara oleh para pelaku usaha Jawa Timur tercatat sebesar Rp863 miliar. Gelaran ini menjadi misi dagang ketujuh yang dihelat Pemerintah Provinsi Jawa Timur sepanjang tahun 2026 dalam rangka menggerakkan rantai pasok domestik secara berkesinambungan.

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa besarnya transaksi yang terjalin tidak boleh sekadar berhenti sebagai catatan nominal di atas kertas. Pertemuan bisnis ini dirancang sebagai lokomotif untuk memperkuat ketahanan rantai pasok nasional, mendorong ekspansi investasi, serta mengonsolidasikan kemitraan strategis yang berkelanjutan antara kedua wilayah.

“Semangat utama Misi Dagang Jawa Timur dan Kalimantan Utara adalah membersamai, menguatkan, meluaskan, dan mengembangkan seluruh sektor potensial yang dimiliki kedua daerah,” tutur Khofifah di sela-sela forum dagang, Selasa (8/9/2026).

Dinamika Pertukaran Komoditas: Dari Pangan Olahan hingga Hasil Laut Segar

Tingginya angka transaksi membuktikan adanya hubungan simbiosis mutualisme antara sektor industri Jawa Timur dengan kekayaan sumber daya alam Kalimantan Utara. Arus komoditas yang mengalir dari Jawa Timur ke Kaltara didominasi kebutuhan pangan, industri manufaktur, serta sarana produksi pertanian dan peternakan.

Komoditas asal Jawa Timur tersebut mencakup olahan daging unggas, karkas ayam, susu dan susu sapi pasteurisasi, daging sapi, anak ayam, kambing atau domba, kepiting, produk hasil tembakau, beras, pakan ikan, perlengkapan kapal, fashion/wastra/kriya, benih hortikultura dan tanaman pangan, ayam, kopi Green Bean Robusta, waralaba bakso merah putih, pupuk organik cair, besi beton, hewan ternak sapi, hingga aneka produk kerajinan kulit.

Baca Juga  Perkuat Jejaring Alumni Global, Khofifah Ajak IKA UNAIR Riau Jadikan Jatim 'Rumah Belajar Bersama'

Sebaliknya, Kalimantan Utara memasok sederet komoditas primer dan hasil tangkapan laut unggulan menuju Jawa Timur. Produk-produk tersebut meliputi kayu bulat, bandeng dan bandeng tanpa duri, kepiting soka, udang dan udang windu Black Tiger, PKE (Palm Kernel Expeller), tuna, rumput laut, serta dori dan dori katsu atau patin.

“Kebersamaan ini akan menjadi penguat dari seluruh sektor tidak hanya ekonomi maupun perdagangan. Penguatan pertumbuhan ekonomi yang inklusif kita ikhtiarkan bersama, tidak ada sukses sendirian, makin banyak kolega, kolaborasi, sinergi, kesuksesan akan bisa kita raih,” urai Khofifah.

“Kita punya prinsip bagaimana kita tumbuh bersama, kita maju bersama, berkembang dan sejahtera bersama. Sehingga konektivitas ini tidak dilihat dari pertemuan hari ini saja, berikutnya pengembangan sektor lain sangat potensial untuk bisa dibangun bersama,” imbuhnya.

Jejaring Pelaku Usaha, Kolaborasi Asosiasi, dan Skema Creative Financing

Keberhasilan misi dagang tidak terlepas dari solidnya jejaring yang terbangun antarentitas bisnis. Untuk mengunci keberlanjutan pascapertemuan, Khofifah secara aktif mendorong konsolidasi antarasosiasi dunia usaha, seperti Kamar Dagang dan Industri (KADIN), Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), serta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di kedua provinsi.

“Contohnya antara KADIN Jatim dengan KADIN Kaltara, IWAPI Jawa Timur dan IWAPI Kaltara, HIPMI Jawa Timur dan HIPMI Kaltara, sinergi dan kolaborasi di antara mereka akan menguatkan baik dari sisi penguatan pasar maupun sisi kualitas sumberdaya manusianya,” ungkap Khofifah.

Penguatan sinergi formal tersebut turut dilegitimasi lewat penandatanganan sejumlah Perjanjian Kerja Sama (PKS) antardinas teknis perangkat daerah maupun organisasi pelaku usaha. Menurut Khofifah, keberlanjutan bisnis juga ditopang oleh kesiapan skema pendanaan inovatif.

“Ini adalah pola creative financing yang diinisiasi kedua provinsi, pelaku usaha dari Jawa Timur maupun Kaltara,” terangnya menyoroti integrasi akses permodalan dan penguatan manajerial usaha.

Baca Juga  Kolaborasi Jadi Kunci Jatim Produsen Gula dan Lumbung Padi

Atas komitmen pemerintah setempat, Khofifah pun mengapresiasi penuh kepemimpinan Kaltara. “Terima kasih atas sambutan Gubernur Kaltara yang luar biasa, komitmennya memang luar biasa. Mari kita tindak lanjuti dengan keluarbiasaan untuk menjalankan seluru komitmen transaksi yang tadi sudah kita tandatangani bersama,” jelasnya.

Menghubungkan Harta Karun Walet Kaltara ke Jejaring Ekspor Internasional

Di balik transaksi konvensional yang berjalan, Khofifah menyoroti salah satu komoditas berharga tinggi yang belum tergarap optimal dalam forum transaksi resmi, yakni sarang burung walet. Mengingat Kaltara merupakan salah satu produsen utama komoditas ini, potensi integrasi rantai pasok dinilai sangat menjanjikan.

“Apa yang menjadi kekuatan belum semua tereksplor. Pak Ketua DPRD Kaltara menyampaikan, untuk sarang burung walet Kaltara ini gudangnya. Tapi saya belum lihat ada transaksi sarang burung walet. Setelah misi dagang potensi tersebut bisa digali dan di koneksikan,” kata Khofifah.

Jawa Timur menawarkan pengalaman empiris dan akses pasar global yang telah terbangun kokoh, seperti keberhasilan menembus pasar Hong Kong, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), hingga Korea Selatan. Kemitraan ini dapat memfasilitasi komoditas sarang walet Kaltara masuk ke rantai pasok ekspor bernilai tambah tinggi.

“Tadi saya menyampaikan, kita baru saja melakukan misi dagang di Hong Kong, dulu susahnya kita memasukkan produk sarang burung walet. Dua bulan lalu kita bisa memasukkan dalam jumlah yang cukup siginifikan dan mendapatkan transaksi yang cukup prestisius. Artinya ini tidak hanya market bagi Jawa Timur, tapi market juga bagi masyarakat petani sarang burung walet di Kaltara,” paparnya.

Pemanfaatan posisi Surabaya sebagai simpul logistik dan gerbang perdagangan nasional dinilai Khofifah dapat menjadi jembatan akselerasi produk daerah menuju pasar global.

“Inilah sebetulnya penguatan jejaring yang kita harapkan, apa yang ditandatangani tadi ini sesuatu yang harus dikembangkan, diluas kembali supaya proses untuk bisa membawa produk ini ke luar negeri,” tegasnya.

Struktur Perdagangan Antarwilayah Jatim–Kaltara Capai Rp10,83 Triliun

Potensi integrasi ekonomi kedua daerah sejatinya telah memiliki fondasi yang solid. Mengacu pada data Perdagangan Antarwilayah Jawa Timur dengan Seluruh Provinsi Tahun 2024, total nilai perdagangan dua arah antara Jatim dan Kaltara telah menyentuh angka Rp10,83 triliun.

Baca Juga  Terbukti Terima Gratifikasi Ratusan Juta, Eks PPKeu Diskominfo Nganjuk Divonis 4 Tahun Penjara

Struktur penjualan Jawa Timur ke Kaltara selama ini terkonsentrasi pada lima komoditas utama yang berkontribusi sebesar 61,69 persen dari total penjualan, meliputi:

  • Pupuk yang mengandung nitrogen dan campuran lainnya (24,05 persen)
  • Sepeda motor (15,29 persen)
  • Beras setengah atau seluruhnya digiling (9,67 persen)
  • Semen, mortar, beton, dan komposisi tahan api (9,02 persen)
  • Furnitur lainnya (3,65 persen)

Sementara itu, arus pasokan dari Kalimantan Utara ke Jawa Timur sebesar 95,78 persen didominasi komoditas energi, perkebunan, dan perikanan:

  • Batubara tidak diaglomerasi (41,86 persen)
  • Minyak kelapa sawit mentah / CPO (35,10 persen)
  • Lembaran veneer, kayu lapis, serta kayu digergaji (6,75 persen)
  • Buah dan kernel kelapa sawit (6,68 persen)
  • Produk perikanan berupa ikan beku (5,39 persen)

“Angka ini menunjukkan kuatnya keterhubungan ekonomi kedua provinsi. Pada saat yang sama, ini juga menunjukkan bahwa ruang untuk memperluas perdagangan dua arah masih sangat terbuka, baik dari sisi diversifikasi komoditas maupun peningkatan nilai transaksi,” terang Khofifah.

Komitmen Berkelanjutan: Apresiasi Gubernur Zainal Arifin Paliwang

Menanggapi capaian luar biasa tersebut, Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang menyambut hangat kehadiran jajaran delegasi bisnis Pemprov Jawa Timur. Zainal menilai Misi Dagang bukan hanya seremoni pertemuan antardaerah, melainkan momentum historis yang menyambung keberhasilan kerja sama sebelumnya.

“Kehadiran beliau adalah sebuah kehormatan, mempererat kerjasama ekonomi Jatim dan Kaltara. Apresiasi yang sangat tinggi atas kembali terlaksananya setelah sukses tahun 2023 lalu di Kota Tarakan,” ujar Zainal.

Zainal optimistis sinergi yang terus terawat ini akan menstimulasi iklim investasi daerah serta memberikan dampak kesejahteraan yang nyata bagi masyarakat Kalimantan Utara maupun Jawa Timur secara timbal balik.

“Misi Dagang sangat strategis dan penting, tidak hanya berhenti sebagai pertemuan transaksi sesaat, tapi ini langkah nyata perluasan investasi dan membangun kemitraan usaha yang berkelanjutan. Ini hal yang luar biasa, kita terus laksanakan untuk kemajuan dua provinsi,” pungkas Zainal.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jatim

Jember, Jatimmandiri.id –  Pemerintah Kabupaten Jember menyiapkan kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH) dan pembelajaran daring jika antrean kendaraan…