Edu-Life & SportPendidikan

SNT Ditargetkan Perluas Akses Sekolah Berkualitas

Penulis: AyundaEditor: Ayn
×

SNT Ditargetkan Perluas Akses Sekolah Berkualitas

Sebarkan artikel ini
ilustrasi
Example 468x60

Jakarta, Jatimmandiri.id – Akses terhadap sekolah berkualitas belum merata di berbagai wilayah Indonesia. Dari 7.288 kecamatan, hanya 263 yang teridentifikasi memiliki SMP dan SMA dengan kriteria serta standar pendidikan yang baik. Kondisi ini menjadi salah satu alasan pemerintah mengembangkan program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Nonformal dan Informal (Dirjen PAUD Dikdas dan PNFI) Kemendikdasmen Gogot Suharwoto mengatakan SNT merupakan bagian dari upaya Presiden Prabowo Subianto memastikan anak-anak di setiap wilayah memperoleh kesempatan belajar di sekolah dengan mutu yang baik.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Sekolah Nasional Terintegrasi lahir salah satunya untuk menjawab kesenjangan mutu pendidikan. Sekolah yang memiliki kriteria di 7.228 kecamatan itu hanya ada 263. Jadi artinya hanya empat persen kecamatan di seluruh Indonesia itu memiliki SMP dan dan SMA yang berkualitas baik. Jadi program Bapak Presiden memastikan bahwa setiap anak yang lahir di Indonesia, ya, mereka akan lahir di tempat yang ada sekolah yang berkriteria baik,” Kata Gogot dalam tayangan Siniar: Sekolah Nasional Terintegrasi, Pusat Mutu Pendidikan Untuk Semua di Jakarta pada Senin.

Gogot menjelaskan, pemetaan tersebut menggunakan dua indikator. Sekolah dinilai memiliki kriteria dan standar baik apabila berakreditasi A serta 90 persen muridnya memperoleh skor literasi dan numerasi di atas rata-rata nasional.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Nonformal dan Informal (Dirjen PAUD Dikdas dan PNFI) Kemendikdasmen Gogot Suharwoto.

Dengan sebaran sekolah berkualitas yang masih terbatas, sebagian anak harus meninggalkan daerah asal untuk mendapatkan pendidikan yang dinilai lebih baik. Karena itu, Presiden Prabowo mengarahkan Kemendikdasmen memperluas kesempatan tersebut agar anak tidak perlu berpindah provinsi atau bahkan pulau.

SNT juga dirancang bukan sekadar menghadirkan sekolah dengan standar pendidikan yang baik. Program tersebut diharapkan tetap menjaga identitas daerah melalui perpaduan kurikulum nasional, multikultural, perspektif global, dan pembelajaran kontekstual.

Baca Juga  Cak Imin Tinjau Sekolah Rakyat 2 Sukoharjo, Kesiapan Capai 90 Persen Jelang Tahun Ajaran Baru

“Kami ingin tahu, kan selama ini anak-anak yang bagus di wilayah di daerah yang terpencil atau luar terjauh itu dibawa ke pusat kota, ya, bisa di Jakarta, bisa di Surabaya, bisa di Bandung, Bogor. Nah, kami ingin tahu kalau anak-anak itu lahir, tumbuh, besar dengan ilmu yang luar biasa yang kami siapkan di tempat mereka, nah local wisdom-nya akan terbawa,” kata Gogot.

Melalui pendekatan tersebut, SNT diharapkan mampu mempersempit kesenjangan mutu pendidikan sekaligus melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi kuat tanpa tercerabut dari kearifan lokal daerah masing-masing.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *