BeritaOlahraga

Persebaya Rajin Menembak Tapi Minim Gol

Editor: ibn
×

Persebaya Rajin Menembak Tapi Minim Gol

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Surabaya, Jatim Mandiri

Persebaya Surabaya menjadi tim paling rajin melakukan tembakan ke arah gawang pada ajang BRI Super League 2026/2027, sesuai data I.League hingga Rabu (28/10). Sayangnya, jumlah 109 tembakan Green Force tak sejalan dengan hanya 9 gol yang berhasil dicetak. Ini justru berbanding terbalik dengan Arema yang justru punya rasio gol tertinggi di antara seluruh kontestan.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Singo Edan menghasilkan 16 gol dari 73 tembakan, sehingga rasio gol terhadap tembakannya mencapai 21,92 persen. Artinya, Arema mencetak sekitar satu gol dari setiap 4,6 tembakan. Sedangkan Persebaya butuh rata-rata 12,1 tembakan untuk menghasilkan satu gol.

Sedangkan Madura United mencatat 80 tembakan dan 12 gol, dengan efektivitas 15 persen.

Sementara itu, Persik Kediri membukukan 81 tembakan dan delapan gol. Rasio konversinya mencapai 9,88 persen, meski jumlah golnya lebih sedikit dibandingkan Arema dan Madura United.

Dalam klasemen sementara, Madura United menempati peringkat ketiga dengan 13 poin. Persebaya berada di posisi ketujuh dengan 12 poin, sedangkan Arema FC menempati peringkat kesepuluh dengan sembilan poin. Persik Kediri berada di urutan kesembilan dengan 10 poin.

Perbandingan ini memperlihatkan bahwa banyaknya tembakan tidak selalu menghasilkan gol lebih banyak. Namun, rasio ini cukup penting untuk menjadi catatan tim pelatih terutama dalam hal mempertajam daya serang timnya.

Hal itu juga sejalan dengan ungkapan pelatih Persebaya, Bernardo Tavares usai timnya menang 3-1 atas Madura United FC pada pekan ketujuh di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin malam (26/10).

Menurut pelatih asal Portugal itu, Persebaya memiliki banyak kesempatan untuk mencetak gol. Namun, penyelesaian akhir masih perlu diperbaiki agar peluang yang didapat bisa dimaksimalkan dengan lebih baik.

Baca Juga  Novia Bachmid Meriahkan JFC 2026

“Hari ini kami mencetak tiga gol, padahal ada banyak sekali peluang yang tercipta. Terkadang akurasi tembakan memang kurang maksimal, tetapi ketika sebuah tim mampu menciptakan banyak peluang, peluang untuk memenangkan pertandingan pun menjadi lebih besar,” katanya.

Untuk laga ke depan, setidaknya Persebaya perlu mengoptimalkan peluang dari volume serangan yang tinggi. Sedangkan Arema perlu mempertahankan efisiensi, dan memperbaiki lini pertahanan setelah gawang mereka 14 kali kebobolan. Madura United perlu menjaga konsistensi, sementara Persik berpeluang meningkatkan konversi tembakan menjadi gol. (*/ibn)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Menelusuri Jejak Peradaban Kuno Di balik terumbu karang Gosong Gia, pertanyaan penting bagi penelitian arkeologi bukan hanya apakah terdapat batuan…