Probolinggo, Jatim Mandiri
Pemkab Probolinggo mematangkan proyeksi Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk P-APBD 2026 dan APBD 2027 melalui rapat koordinasi bersama 16 OPD penghasil. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah melalui penyusunan target PAD secara realistis dan strategi optimalisasi penerimaan.
Berdasarkan hasil evaluasi sementara, target PAD pada P-APBD 2026 diproyeksikan mencapai Rp443,77 miliar. Nilai tersebut meningkat sekitar 2,06 persen dibandingkan target APBD murni 2026.
Sementara itu, target PAD pada APBD 2027 diproyeksikan naik menjadi Rp455,54 miliar atau meningkat sekitar 2,65 persen.
Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, menegaskan penyusunan target dilakukan secara realistis. Menurutnya, target disusun dengan mempertimbangkan capaian pendapatan, potensi masing-masing OPD, serta peluang optimalisasi sumber penerimaan daerah.
Pemkab Probolinggo juga menyiapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan PAD.
Strategi tersebut meliputi peningkatan kepatuhan wajib pajak, penguatan pengawasan objek pendapatan, peningkatan pelayanan, serta menggali sumber PAD baru sesuai regulasi.
Melalui sinergi seluruh OPD, Pemkab Probolinggo optimistis target PAD dapat tercapai.
Peningkatan pendapatan daerah diharapkan menjadi modal penting untuk mempercepat pembangunan, memperkuat kapasitas fiskal, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat. (yf/ibn)












