Edu-Life & Sport

UPN Jatim Petakan Asal Kopi Argopuro secara Digital

Penulis: Alif Bintang TimurEditor: Ayn
×

UPN Jatim Petakan Asal Kopi Argopuro secara Digital

Sebarkan artikel ini
Tim peneliti UPN Veteran Jatim melakukan survey di perkebunan kopi Desa Telogosari, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo.
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id – Konsumen kopi kini berpeluang menelusuri asal biji kopi hingga lokasi perkebunannya. Tim peneliti Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur mengembangkan sistem pemetaan digital berbasis Geographic Information System (GIS) untuk mendukung keterlacakan produk sekaligus memperkuat pemasaran kopi Argopuro Walida di Desa Telogosari, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo.

Inovasi yang melibatkan Kelompok Masyarakat (Pokmas) Walida tersebut mengintegrasikan data petani, luas lahan, blok tanam, koordinat geografis, hingga profil produk kopi dalam satu sistem. Teknologi ini diharapkan membantu pengelolaan perkebunan sekaligus memberikan informasi asal produk secara lebih transparan kepada konsumen.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Ketua tim peneliti, Seftin Fitri Ana Wati, bersama anggota Anita Wulansari, Anik Vega Vitianingsih, Ilham Ramadhani, dan Fadhil Hibatullah, mengembangkan GIS bukan sekadar sebagai peta lokasi kebun, melainkan sebagai sarana menghubungkan identitas geografis dengan produk yang dipasarkan.

“Kami tidak ingin GIS ini berhenti sebagai peta perkebunan. Konsep yang dikembangkan adalah bagaimana konsumen nantinya dapat mengenal kopi berdasarkan asalnya, bahkan sampai pada blok perkebunan tempat kopi tersebut dihasilkan,” ujar Seftin, Kamis (29/10/2026).

Prototipe GIS Sudah Dikembangkan

Setiap blok tanam dipetakan untuk merekam karakteristik geografis dan lokasi asalnya. Data tersebut kemudian dihubungkan dengan komoditas kopi siap pasar melalui kerangka Digital Coffee Spatial Framework.

Pengembangan aplikasi menggunakan metode Rapid Application Development (RAD), yang memungkinkan sistem dibangun secara adaptif berdasarkan kebutuhan di lapangan.

Saat ini, tim telah menghasilkan prototipe fungsional dengan fitur visualisasi peta perkebunan, persebaran blok tanam, data spasial, serta pilihan basemap berupa citra satelit, peta topografi, dan jaringan jalan.

Meski demikian, sistem tersebut masih memerlukan integrasi dan penyempurnaan data sebelum dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat luas.

Baca Juga  Sekolah Diminta Pastikan Status Peserta TKA

Perkuat Daya Saing Kopi Lokal

Digitalisasi ini menjadi langkah strategis bagi Argopuro Walida yang berkembang sebagai produsen kopi spesialti dari lereng Gunung Argopuro. Berdasarkan profil Karya Kreatif Indonesia, merek tersebut menaungi lebih dari 568 petani mitra dengan kapasitas produksi mencapai 120 ton biji kopi hijau (green beans) per tahun.

Pada 2025, Argopuro Walida juga mencatat ekspor perdana sebanyak 15 ton kopi ke Jeddah, Arab Saudi.

Skala produksi dan pemasaran tersebut membutuhkan pengelolaan data yang akurat. Melalui GIS, informasi geografis perkebunan berpotensi menjadi nilai tambah pemasaran, terutama untuk mendukung keterlacakan kopi dari kebun hingga rantai pasok internasional.

Ke depan, inovasi UPN Veteran Jawa Timur diharapkan berkembang menjadi ekosistem digital yang memungkinkan konsumen mengenali asal kopi secara lebih terperinci. Dengan demikian, teknologi tidak hanya membantu pengelolaan perkebunan, tetapi juga memperkuat identitas dan daya saing kopi lokal di pasar global.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *