Edu-Life & Sport

FLS3N 2026 Jadi Panggung Talenta dan Budaya Murid

Penulis: AyundaEditor: Ayn
×

FLS3N 2026 Jadi Panggung Talenta dan Budaya Murid

Sebarkan artikel ini
Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Jenjang Pendidikan Dasar Tingkat Nasional tahun 2026 yang ditutup secara daring.
Example 468x60

Jakarta, Jatimmandiri.id- Prestasi bukan menjadi akhir perjalanan bagi para murid yang tampil di Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Jenjang Pendidikan Dasar Tingkat Nasional 2026. Penutupan ajang tersebut justru menjadi momentum untuk mendorong peserta terus berkarya sekaligus ikut menjaga seni dan budaya Indonesia.

Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Maria Veronica Irene mengatakan, para finalis telah menunjukkan kreativitas, kerja keras, keberanian, disiplin dan sportivitas. Menurut dia, karya peserta juga membawa cerita serta kekayaan budaya dari daerah masing-masing.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Jangan hanya sekadar ingin berprestasi tapi juga berkreasi. Jangan pernah berhenti berkarya. Jadikan prestasi ini bukan sebagai garis akhir, tetapi sebagai awal dari perjuangan yang lebih panjang,” ujar Maria di Jakarta, 3 Oktober.

FLS3N 2026 mempertandingkan tujuh cabang untuk jenjang SD, yakni Gambar Bercerita, Menyanyi Solo, Kriya, Mendongeng, Menulis Cerita, Pantomim dan Tari. Sementara jenjang SMP memiliki delapan cabang, meliputi Ansambel Campuran Tiga Alat Musik, Ilustrasi, Kreativitas Musik Tradisional, Mendongeng, Menyanyi Solo, Menulis Cerita, Pantomim dan Tari.

Maria mengapresiasi seluruh peserta yang telah mengikuti proses kompetisi. Peraih penghargaan memperoleh medali, sertifikat dan uang pembinaan. Namun, peserta yang belum mendapatkan penghargaan tetap dinilai memperoleh pengalaman penting untuk belajar, mengaktualisasikan diri dan mengembangkan talenta.

Pesan itu tercermin dari Jasmine Aulia Putri, siswi SMP Negeri 1 Kota Cirebon, Jawa Barat, yang meraih medali emas cabang Mendongeng. Sebelum mencapai tingkat nasional, Jasmine harus melewati kompetisi tingkat kota dan provinsi.

“Alhamdulillah, karena untuk sampai di tahap ini itu prosesnya lumayan panjang, mulai dari bersaing di tingkat kota, di tingkat provinsi, sampai di tahap terakhir ini di tingkat nasional,” kata Jasmine.

Baca Juga  Surabaya Raih Penghargaan Nasional Revitalisasi Bahasa Daerah, Program “Kemis Mlipis” Jadi Sorotan

Untuk tampil maksimal, Jasmine menjalani latihan intensif, termasuk memerankan Sunan Kalijaga, santri laki-laki dan seekor kera. Ia juga berlatih memainkan alat musik sambil bercerita agar musik dan alur dongeng menyatu.

“Seni itu bukan cuma tentang tampil, tapi tentang bagaimana perasaan kalian bisa sampai ke orang-orang yang melihat. Jangan pernah takut mencoba, dan jangan pernah lelah untuk belajar,” ujarnya.

FLS3N pun tidak berhenti sebagai arena perebutan medali. Ajang ini menjadi ruang bagi murid untuk mengasah kreativitas sekaligus mengenalkan dan melestarikan kekayaan budaya melalui karya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *