Edu-Life & Sportꦧꦸꦢꦪ

Parade Ngontel Bumi Jenggolo, Upaya Lestarikan Budaya

Penulis: Dicky DeaEditor: Ayn
×

Parade Ngontel Bumi Jenggolo, Upaya Lestarikan Budaya

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Sidoarjo, Jatimmandiri.id – Sepeda tua tidak sekadar menjadi koleksi benda bersejarah, tetapi juga sarana menghidupkan kembali memori perjuangan bangsa sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat. Semangat tersebut mewarnai puncak Festival Ngonthel Bumi Jenggolo yang diikuti ribuan peserta dan pengunjung di Parkir Timur GOR Gelora Delta Sidoarjo, Minggu (1/11).

Festival budaya dan sejarah tahunan ini memadukan aktivitas komunitas sepeda tua, pertunjukan seni, edukasi sejarah, serta aktivitas perdagangan barang antik. Berbagai kegiatan digelar untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal sekaligus menjaga agar nilai-nilai sejarah tetap dikenal generasi muda.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Sejumlah agenda menjadi daya tarik pengunjung. Di antaranya parade ribuan sepeda onthel, pasar klitikan yang menghadirkan aneka barang antik dan koleksi jadul, pertunjukan musik keroncong, serta kompetisi busana bertema Pejuang 45.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sidoarjo, Rudi Setyawan, S STP, MSi., menilai kegiatan berbasis komunitas tersebut memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata daerah.

“Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sangat mengapresiasi dan mendukung penuh konsistensi gelaran Ngonthel Bumi Jenggolo ini. Festival ini bukan hanya sarana olahraga rekreasi dan pelestarian budaya sejarah, melainkan juga wadah potensial untuk mendongkrak pariwisata daerah serta menggerakkan ekonomi para pelaku UMKM dan pasar klitikan di Sidoarjo. Melalui parade edukatif bertema Pejuang 45 ini, kami berharap nilai-nilai patriotisme dan kearifan lokal terus tertanam kuat di sanubari generasi muda,” ujar Kadisporapar Sidoarjo, Rudi Setyawan.

Dukungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Disporapar diharapkan mampu menjadikan Ngonthel Bumi Jenggolo sebagai agenda unggulan wisata budaya. Kehadiran pasar klitikan dan pelaku UMKM juga membuka peluang aktivitas ekonomi selama festival berlangsung.

Ketua Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Kabupaten Sidoarjo, Ary Bayashi, menyebut tingginya partisipasi peserta menunjukkan bahwa kecintaan masyarakat terhadap sepeda tua dan sejarah masih terpelihara.

Baca Juga  Esports Tak Lagi Hanya Soal Main Gim, Profesi Baru Terus Bermunculan

“Alhamdulillah, puncak acara Ngonthel Bumi Jenggolo tahun ini berjalan sangat luar biasa dan semarak. Kehadiran ribuan peserta dari berbagai pelosok dengan busana antik dan kejuangan membuktikan bahwa kecintaan terhadap sepeda tua dan sejarah tidak pernah padam. Kami sangat berterima kasih atas fasilitasi dari Disporapar Sidoarjo. Semoga ajang tahunan ini terus menjadi ikon parade kebudayaan unggulan yang memicu kebanggaan warga Bumi Jenggolo,” ungkap Ary Bayashi di sela pelepasan rombongan parade.

Menurut KOSTI, kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang silaturahmi kebangsaan antarkomunitas onthelis dan sarana merawat warisan sejarah Indonesia.

Rangkaian festival ditutup dengan pembagian doorprize dan penampilan musik keroncong. Hiburan tersebut menemani pengunjung hingga sore hari di kawasan GOR Gelora Delta Sidoarjo.(

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Menelusuri Jejak Peradaban Kuno Hipotesis tentang kemungkinan kota kuno di Gosong Gia, Laut Jawa, membutuhkan pengujian material untuk membedakan formasi…