Jatim Mandiri – Industri esports terus menunjukkan perkembangan pesat. Jika selama ini publik lebih mengenal atlet profesional sebagai wajah utama esports, kini berbagai profesi di balik layar justru menjadi bagian penting yang menopang pertumbuhan industri tersebut.
Organisasi esports modern membutuhkan tenaga profesional dari berbagai bidang, mulai dari analis pertandingan, pelatih, psikolog performa, ahli nutrisi, broadcast engineer, event organizer, caster, content creator, hingga manajer media sosial. Kehadiran mereka menjadi faktor penting dalam meningkatkan performa atlet sekaligus memperkuat bisnis organisasi.
Peneliti esports dari Esports Research Network, Dr. Seth Jenny, mengatakan esports telah berkembang menjadi industri yang melibatkan banyak disiplin ilmu.
“Esports berkembang menjadi industri yang membutuhkan banyak profesi pendukung, mulai dari pelatih, analis performa, tenaga kesehatan, hingga spesialis media dan penyelenggara acara,” ujarnya dalam publikasi mengenai perkembangan industri esports.
Perkembangan serupa juga mulai terlihat di Indonesia. Pemerintah bersama pelaku industri mendorong lahirnya talenta baru melalui berbagai program pembinaan yang tidak hanya berfokus pada atlet, tetapi juga profesi pendukung yang dibutuhkan dalam ekosistem esports.
Di level profesional, analis pertandingan bertugas mengolah data permainan dan menyusun strategi, sementara psikolog performa membantu menjaga kondisi mental atlet saat menghadapi tekanan kompetisi. Di sisi lain, broadcast engineer memastikan kualitas siaran turnamen berjalan optimal, sedangkan content creator dan manajer media sosial membangun komunikasi dengan komunitas penggemar.
Meluasnya jenis profesi tersebut menunjukkan bahwa esports telah berkembang menjadi industri kreatif yang menawarkan peluang karier lebih luas. Generasi muda yang memiliki minat di bidang teknologi, komunikasi, desain, hingga analisis data kini memiliki kesempatan untuk berkiprah di dunia esports tanpa harus menjadi atlet profesional.












