Jatim

Orang Tua dan Sekolah Diminta Bersinergi Maksimalkan Potensi Santri

Penulis: Dewi Sekar/ Eni KusmayaEditor: Ayn
×

Orang Tua dan Sekolah Diminta Bersinergi Maksimalkan Potensi Santri

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Lumajang, Jatimmandiri.id – Pendidikan anak tidak cukup hanya mengandalkan peran sekolah. Keterlibatan orang tua secara aktif dinilai menjadi bagian penting agar perkembangan karakter, psikologi, sekaligus potensi anak dapat dipahami dan dikembangkan secara optimal.

Hal itu disampaikan Ketua Yayasan Barusyifa, Imam Suryadi, saat membuka kegiatan parenting yang diikuti para Umi dan Abi atau orang tua wali santri di Hall BKPSDM, Jalan Ahmad Yani, Lumajang. Kegiatan tersebut menghadirkan Dewi sebagai pemateri yang membahas parenting dan psikologi anak.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Menurut Imam, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Yayasan Barusyifa memperkuat kualitas pendidikan santri melalui keterlibatan keluarga dan lembaga pendidikan.

“Parenting ini kita adakan untuk memaksimalkan proses pendidikan para santri, putra-putri panjenengan semua. Supaya nantinya hasilnya maksimal, tentu diperlukan sinergi,” ujar Imam.

Ia menegaskan, pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama. Tidak hanya santri sebagai peserta didik, tetapi juga orang tua serta seluruh unsur lembaga pendidikan harus memiliki pemahaman yang sejalan dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

“Lembaga pendidikan beserta seluruh civitas, termasuk ustaz dan ustazah, semuanya memiliki peran. Ini perlu suatu pemahaman bersama, pengertian, dan keselarasan,” katanya.

Imam juga mengingatkan agar komunikasi antara orang tua dan lembaga pendidikan tidak hanya berlangsung ketika anak menghadapi masalah. Menurutnya, orang tua perlu mengetahui perkembangan anak secara rutin, termasuk karakter, kelebihan maupun kekurangannya.

Untuk mendorong pola komunikasi tersebut, Yayasan Barusyifa mengenalkan konsep One Day One Parent (ODOP). Melalui konsep ini, orang tua diharapkan lebih dekat dengan lingkungan pendidikan dan dapat mengikuti perkembangan anak secara berkelanjutan.

“Ketika orang tua wali santri ke sekolah atau lembaga, tidak mesti harus ada masalah. Kita ingin sama-sama melihat perkembangan anak, punya karakter seperti apa, punya kelebihan apa, dan kekurangan apa,” tuturnya.

Baca Juga  255 Titik Koperasi Merah Putih Tuntas, Kodim Blitar Perkuat Rantai Pasok Ekonomi Desa

Komunikasi yang terjalin secara intensif, lanjut Imam, akan membantu orang tua dan lembaga pendidikan menentukan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak. Sebab, setiap anak memiliki karakter dan potensi yang berbeda.

“Kita ingin anak didik kita, para santri, bisa maksimal dari potensi yang ada. Potensi itu perlu dieksplorasi, kemudian diwujudkan dan dikembangkan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Dewi memberikan materi seputar parenting dan psikologi anak. Materi itu diharapkan membantu para orang tua melihat perkembangan anak secara lebih menyeluruh, tidak semata berdasarkan capaian akademik, tetapi juga karakter, perilaku, dan kondisi psikologisnya.

Imam meminta para Umi dan Abi mengikuti materi dengan saksama serta memanfaatkan sesi diskusi untuk membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan pendampingan anak.

“Monggo dicermati setiap apa yang disampaikan. Hal-hal yang memang perlu ditanyakan dan didiskusikan, nanti insyaallah ada sesi-sesi itu semua,” katanya.

Ia juga mengapresiasi kehadiran Dewi sebagai pemateri dan para orang tua yang telah meluangkan waktu mengikuti kegiatan tersebut.

“Saya sangat berterima kasih kepada Ibu Dewi maupun seluruh Umi dan Abi yang hadir dan menyempatkan waktu. Ini bagian dari upaya kita untuk memaksimalkan hasil pendidikan anak-anak yang sedang kita didik,” ujar Imam.

Imam berharap kegiatan parenting tidak berhenti sebagai agenda pertemuan sesaat. Sebaliknya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk membangun komunikasi, pemahaman, dan keselarasan antara keluarga dengan lembaga pendidikan.

Sebab, menurutnya, keberhasilan pendidikan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.

“Insyaallah niatan baik kita ini dicatat Allah sebagai suatu ibadah di sisi-Nya,” ucap Imam.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *