Lumajang, Jatimmandiri.id – Tumpak Sewu semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu destinasi unggulan Lumajang. Tak hanya menarik wisatawan domestik, air terjun di Kecamatan Pronojiwo itu kini menjadi magnet bagi wisatawan mancanegara sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Bupati Lumajang Indah Amperawati menyebut, pada hari kerja kunjungan wisatawan asing ke Tumpak Sewu berkisar 600 hingga 700 orang per hari. Sekitar separuhnya berasal dari China.
“50 persennya dari negara China dan mereka luar biasa mengagumi betul Tumpak Sewu dan wisata-wisata di sekitarnya,” ujar Indah.
Sementara pada akhir pekan, jumlah wisatawan domestik yang datang ke kawasan tersebut mencapai lebih dari 1.000 orang. Meningkatnya arus kunjungan itu turut berdampak terhadap penerimaan daerah.
Indah mengungkapkan, pajak wisata dari Tumpak Sewu kini berada di kisaran Rp240 juta per bulan. Nilai tersebut meningkat tajam setelah pemerintah melakukan pembenahan tata kelola dan manajemen destinasi.
“Ketika saya sebulan menjadi bupati, saya cek masih Rp1 juta sebulan dari pajak wisata Tumpak Sewu saja. Kemudian kita perbaiki tata kelolanya, kita perbaiki manajemennya, dan kemarin sudah Rp240 juta sebulan,” kata Indah.
Menurutnya, geliat pariwisata tidak hanya berdampak pada objek wisata, tetapi ikut membuka sumber penghasilan bagi masyarakat sekitar. Aktivitas parkir, jasa ojek, pemandu wisata hingga usaha oleh-oleh ikut bergerak ketika jumlah wisatawan meningkat.
“Ketika wisata berkembang, pasti akan muncul pergerakan ekonomi yang lain. Ada parkir, ada jasa ojek, ada jasa guide, ada UKM-UKM oleh-oleh yang tentu itu akan berdampak sekali terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat,” kata Indah.
Perubahan tersebut juga menunjukkan bergesernya citra Lumajang sebagai daerah yang sebelumnya lebih banyak dikunjungi untuk kepentingan keluarga atau menghadiri acara tertentu. Kini, wisatawan mulai datang khusus untuk menikmati potensi alam yang dimiliki daerah tersebut.
“Kalau dulu orang ke Lumajang itu kadang hanya untuk undangan manten. Diundang saudaranya, anaknya dikhitankan, itu saja,” ujarnya.
“Sekarang saya senang karena banyak sekali yang datang hanya untuk melihat keindahan panorama, keindahan wisata alam yang ada di Kabupaten Lumajang,” imbuhnya.
Pemkab Lumajang, kata Indah, akan melanjutkan pengembangan Tumpak Sewu sebagai destinasi wisata berkelas dunia sembari menyiapkan sejumlah destinasi baru.
Pariwisata dan UMKM Jadi Penggerak Ekonomi
Pertumbuhan sektor pariwisata berjalan beriringan dengan perkembangan UMKM. Pemerintah daerah juga mendorong pelaku usaha menyesuaikan diri dengan ekosistem digital agar transaksi semakin mudah dan jangkauan pasar semakin luas.
“Makanya ini penting sekali untuk didorong. Kita support supaya mereka kemudian bertransaksi secara digital,” katanya.
Penggunaan QRIS mulai diterapkan pelaku UMKM. Digitalisasi juga diperluas pada layanan pemerintah, termasuk transaksi pajak dan retribusi. Dalam hal ini, Indah mengapresiasi dukungan Bank Jatim terhadap elektronifikasi transaksi pemerintah daerah.
“Bank Jatim banyak membantu untuk perpajakan, retribusi, dan ini terus akan kita kembangkan,” ujarnya.
Di sisi lain, perekonomian Lumajang masih memiliki penopang kuat dari sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan. Industri pengolahan kayu sengon atau albasia juga menjadi salah satu kekuatan daerah.
“Produksi kayu albasia kita punya lebih dari 100 industri kayu, sebagian ekspor. Ini juga salah satunya penyumbang PDRB,” katanya.
Indah menyebut pertumbuhan ekonomi Lumajang pada triwulan I mencapai 5,89 persen. Ia berharap laju tersebut tetap terjaga meski masyarakat menghadapi tekanan ekonomi, termasuk kenaikan harga BBM.
“Mudah-mudahan meskipun BBM naik, ini tidak menjadi penghalang untuk terus kita bisa mendorong pertumbuhan ekonomi semakin tinggi dan merata,” katanya.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tidak boleh berhenti pada pencapaian angka statistik. Pemerintah harus memastikan dampaknya dapat dirasakan masyarakat secara nyata.
“Supaya semuanya menikmati kesejahteraan masyarakat, keadilan ekonomi masyarakat yang benar-benar dirasakan secara riil,” ujarnya.
Ruang Publik Ikut Buka Peluang Usaha
Selain mengandalkan destinasi wisata alam, Pemkab Lumajang membenahi ruang publik untuk menciptakan pusat aktivitas baru bagi masyarakat. Salah satunya melalui revitalisasi Alun-Alun Lumajang yang dilengkapi jogging track dan sejumlah fasilitas pendukung.
Kawasan tersebut kini semakin ramai sejak pagi hingga malam. Kondisi itu sekaligus menciptakan ruang baru bagi UMKM untuk berjualan dan mengembangkan usaha.
“Ketika alun-alun ini direnovasi, direhab dengan jogging track yang nyaman, dengan fasilitas yang memadai, luar biasa. Alun-alun ini mulai pagi, siang, sore, malam terus ramai dan UKM-nya bertumbuh,” katanya.
Pemkab Lumajang juga berencana menata kawasan pusat kota melalui pelebaran trotoar. Ruang tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga, berjalan-jalan maupun menikmati suasana kota, sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Pemerintah Dituntut Hadir
Indah menilai perkembangan teknologi turut mengubah harapan masyarakat terhadap pemerintah. Pelayanan yang cepat dan mudah kini menjadi tuntutan utama.
“Karena sekarang ini masyarakat maunya cepat, mudah. Mereka tidak mau tahu. Pokoknya kalau ada macet, pasti WhatsApp ke saya,” ujar Indah disambut tawa.
Karena itu, ia meminta seluruh OPD, kepala dinas hingga camat menempatkan pelayanan masyarakat sebagai prioritas dan tidak menciptakan jarak dengan warga.
“Saya selalu sampaikan kepada seluruh OPD, kepala dinas, Pak Camat, bahwa kita ini adalah pelayan. Melayani masyarakat,” katanya.
“Masyarakat itu ingin pejabat itu sama dengan mereka. Bahkan kalau bisa lebih rekoso,” ucapnya.
Indah bahkan mencontohkan respons masyarakat terhadap gaya hidup pejabat. Hal sederhana seperti makanan yang diunggah di media sosial pun dapat memunculkan komentar dari warga.
“Kalau lauknya hanya tempe, pecel sama tempe, mau posting sudah tidak berani. Sebab pasti ada yang komentar, ‘Enak Bupatine mangan pecel karo tempe, aku mangan sego karo kerupuk tok’,” tuturnya.
Bagi Indah, pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa pemerintah harus memahami kondisi masyarakat dan hadir melalui pelayanan yang nyata.
“Masyarakat kita itu sekali lagi minta pemerintah hadir untuk melayani mereka. Titik. Itu saja, mereka tidak minta apa-apa,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang telah menggelar kegiatan di Lumajang dan berharap kegiatan yang melibatkan UMKM serta masyarakat dapat terus memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah.
“Mudah-mudahan di zaman digital ini kita terus bisa memenuhi hak-hak dan harapan masyarakat,” kata Indah.












