Jatim

Tajemtra Catat 25.613 Peserta, namun PKL Mengeluh Sepi

Penulis: fir/tonEditor: Ayn
×

Tajemtra Catat 25.613 Peserta, namun PKL Mengeluh Sepi

Sebarkan artikel ini
Bupati Jember Gus Fawait beserta Jajaran Forkopimda saat akan mengawali keberangkatan peserta Tajemtra menuju garis finish di Alun-Alun Jember.
Example 468x60

Jember, Jatimmandiri.id – Gerak Jalan Tradisional Tanggul-Jember (Tajemtra) 2026 mencatat jumlah peserta mencapai 25.613 orang. Namun, tingginya partisipasi tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan geliat ekonomi pedagang kaki lima (PKL) di sekitar titik pemberangkatan.

Tajemtra digelar Sabtu (5/9/2026) dan secara resmi diberangkatkan sekitar pukul 13.20 WIB. Bupati Jember Muhammad Fawait bersama jajaran Forkopimda melepas barisan kehormatan sebagai penanda dimulainya gerak jalan tahunan tersebut.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Jumlah peserta yang menembus angka 25 ribu orang menjadi catatan tersendiri bagi panitia sekaligus mendapat apresiasi dari Bupati Jember. Kepadatan pun langsung terlihat ketika peserta mulai bergerak dari kawasan Alun-Alun Tanggul.

Pantauan di lapangan menunjukkan, sebagian peserta berjalan secara bersamaan dan tidak mengikuti jadwal keberangkatan yang telah ditentukan panitia. Akibatnya, arus peserta sempat menumpuk sejak titik start hingga jalur ke arah timur yang menjadi rute Tajemtra.

Kondisi itu bahkan sempat membuat panitia terkejut karena sejumlah peserta bergerak serentak. Peserta dari kategori perorangan maupun beregu tampak memenuhi jalur dalam waktu hampir bersamaan.

Namun, keramaian tersebut tidak bertahan lama. Memasuki sekitar pukul 16.15 WIB, kawasan Alun-Alun Tanggul mulai terlihat lengang. Kondisi ini menjadi persoalan tersendiri bagi PKL yang sejak awal berharap Tajemtra bisa mendatangkan lebih banyak pembeli dan meningkatkan pendapatan.

Budi (40), pedagang es kelapa muda di sekitar alun-alun, mengatakan penjualan saat Tajemtra tahun ini hanya naik tipis dibandingkan hari biasa. Jika dalam kondisi normal ia mampu menjual sekitar 20-25 buah kelapa muda, saat Tajemtra penjualannya hanya sekitar 30 buah.

“Sepi, Pak. Banyak peserta yang jalan semaunya sendiri, tidak sesuai waktu dari panitia. Akibatnya jam segini sudah sepi. saya biasa jualan setiap hari di Alun-Alun Tanggul mulai pagi sampai sore pukul 16.00 WIB. Karena ini ada Tajem inginnya jualan sampai malam hari ternyata jam 16.00 sudah sepi peserta,” keluh Budi.

Baca Juga  Penonton JFC 2026 Tetap Antusias Meski Diguyur Hujan

Keluhan serupa disampaikan Siti, pedagang minuman dan makanan ringan yang berjualan di sisi barat Alun-Alun Tanggul. Meski lapaknya berada di dekat titik stempel peserta, lokasi tersebut belum mampu mendongkrak penjualan secara berarti.

Siti menyebut hanya sekitar 20 botol air mineral yang terjual selama kegiatan. Pendapatannya bahkan lebih rendah dibandingkan hari biasa.

“Kalau tidak ada kegiatan Tajemtra, sehari pendapatan sekitar Rp100 ribu. Itu pun bukan hanya dari minuman dan snack, tetapi juga dari jual bensin eceran. Saat ada Tajemtra ini pendapatan saya malah sekitar Rp90 ribu,” ungkapnya.

Menurut Siti, kondisi tersebut berbeda dengan Tajemtra beberapa tahun silam. Sekitar delapan tahun lalu, keramaian peserta masih bertahan hingga malam.

“Kalau delapan tahun yang lalu, peserta Tajemtra sampai Isyak masih banyak. Tapi sudah sekitar tiga tahun ini peserta pukul 16.00 sudah sepi,” ujarnya.

Pedagang kaki lima juga mengaku sepi pembeli.

Di sisi lain, data sekretariat panitia mencatat Tajemtra 2026 diikuti 25.613 peserta. Jumlah tersebut terdiri atas 9.866 peserta perorangan putra dan 9.837 peserta perorangan putri.

Selain itu, terdapat 17 regu pelajar putra dan tujuh regu pelajar putri. Untuk kategori beregu umum, tercatat 359 regu putra dan 251 regu putri.

Besarnya jumlah peserta semestinya menjadi peluang bagi pelaku usaha kecil di sepanjang jalur kegiatan. Akan tetapi, pola keberangkatan peserta yang tidak serempak sesuai jadwal membuat konsentrasi keramaian di Alun-Alun Tanggul cepat berkurang.

Bagi para PKL, kondisi itu menjadi catatan penting dalam penyelenggaraan Tajemtra berikutnya. Sebab, ukuran keberhasilan kegiatan tidak hanya terlihat dari banyaknya peserta, tetapi juga sejauh mana keramaian tersebut mampu memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat di sepanjang rute.

Dengan jumlah peserta yang mencapai puluhan ribu, Tajemtra memiliki potensi besar menggerakkan ekonomi lokal. Tantangannya, bagaimana keramaian itu dapat bertahan lebih lama dan memberi ruang lebih besar bagi UMKM serta PKL untuk ikut menikmati dampak ekonomi dari agenda tahunan tersebut.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *