Jogja

Ombak hingga 4 Meter Robohkan Tiga Rumah di Pantai Pandansimo

×

Ombak hingga 4 Meter Robohkan Tiga Rumah di Pantai Pandansimo

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BANTUL, Jatim Mandiri – Gelombang tinggi menerjang kawasan Pantai Pandansimo, Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul, hingga menyebabkan tiga rumah semi permanen roboh dan sejumlah bangunan lainnya terendam.

Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bergerak melakukan evakuasi warga serta menyelamatkan barang-barang berharga dari bangunan yang terdampak.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Koordinator SRI Wilayah IV Sigit Prasetya mengatakan gelombang tinggi di pantai selatan DIY merupakan fenomena yang berulang setiap empat hingga lima tahun. Kondisi terparah terjadi pada Selasa (11/8), ketika tinggi gelombang mencapai tiga hingga empat meter.

“Paling tinggi ya kemarin Selasa (11/8), bisa mencapai tiga sampai empat meter, normalnya kan satu hingga dua meter tinggi ombaknya,” kata Sigit di Bantul.

Hempasan gelombang tersebut merendam sekitar delapan bangunan semi permanen. Tiga rumah bahkan roboh hingga rata dengan tanah.

Petugas memastikan seluruh penghuni bangunan yang terdampak berhasil diselamatkan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, meski satu dari tiga rumah yang mengalami kerusakan parah diketahui masih dihuni.

“Alhamdulillah untuk korban jiwa tidak ada, di antara tiga rumah yang parah itu hanya satu yang dihuni,” ujar Sigit.

Setelah memastikan keselamatan warga, personel SRI membantu mengevakuasi barang berharga dan peralatan elektronik dari dalam rumah. Petugas kemudian melakukan pembersihan di sekitar lokasi terdampak.

Sigit mengatakan pihaknya sebenarnya telah berulang kali mengingatkan warga yang tinggal di sekitar pantai mengenai potensi bahaya gelombang tinggi. Sebagian penghuni bangunan di kawasan tersebut diketahui merupakan pendatang.

Menurutnya, aturan mengenai jarak bangunan dari garis pantai juga telah mengatur batas keselamatan.

“Padahal di regulasi juga sudah jelas mengatur bangunan di pantai paling tidak 200 meter dari air laut,” katanya.

Baca Juga  Sultan Tegaskan Perbedaan adalah Keniscayaan Usai Insiden Pembubaran Ibadah di Bantul

Salah seorang warga terdampak, Sutini (50), menceritakan detik-detik rumahnya diterjang gelombang sekitar pukul 07.00 WIB. Saat kejadian, Sutini berada di luar rumah, sedangkan suaminya, Ngatiman, masih berada di dalam untuk menanak nasi.

“Untung suami saya itu bisa loncat jendela, sehingga selamat,” kata Sutini.

Ia mengatakan rumah yang ditempatinya bersama suami langsung roboh setelah diterjang satu gelombang besar. Sejumlah barang miliknya ikut rusak, termasuk peralatan rumah tangga dan perlengkapan untuk berjualan.

“Kulkas rusak, lemari rusak dan beberapa alat untuk jualan saya juga rusak,” ujarnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *