Blitar, Jatimmandiri.id – Musyawarah Ranting (Musran) PDI Perjuangan Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar menempatkan regenerasi kepemimpinan sebagai prioritas utama dalam pembentukan kepengurusan baru.
Pengurus yang terbentuk memenuhi ambang minimal berupa keterwakilan 30 persen perempuan dan 30 persen kader muda sebagai bagian dari strategi regenerasi kepemimpinan.
Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Kanigoro, Fatatoh Hironi Ulya, menyatakan proses regenerasi kepemimpinan dilakukan dengan perencanaan matang serta seleksi berdasarkan kapasitas dan keterlibatan kader di berbagai aktivitas organisasi.
Fatatoh mengungkapkan bahwa kader muda yang dilibatkan dipilih karena kemampuan teknis dan komitmen organisasi, bukan semata sekadar usia atau kuota.
Ia juga menyoroti tantangan meningkatnya minat generasi muda terhadap politik, sehingga pembinaan intensif dianggap perlu untuk menumbuhkan pemahaman tentang pentingnya berorganisasi dan berpartisipasi dalam kehidupan politik.
Menurut Fatatoh, persiapan itu penting agar PDI Perjuangan mampu merespons pemilih yang didominasi kalangan muda pada Pemilu 2029 dan menjadikan struktur partai lebih adaptif terhadap dinamika politik.
Sedangkan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar, Guntur Wahono, menegaskan bahwa regenerasi harus beriringan dengan penguatan soliditas organisasi.
Guntur menyampaikan bahwa kader muda akan diberi ruang untuk mengisi posisi strategis, karena regenerasi merupakan investasi organisasi yang memperkokoh fondasi dari tingkat DPP hingga anak ranting.
“Musran juga dimanfaatkan untuk mempertegas disiplin organisasi serta menguatkan nilai-nilai ideologi partai sebagai landasan kerja politik di masyarakat,” tuturnya.
Proses konsolidasi pada Musran kali ini merupakan yang kesembilan bagi DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar dan menjadi bagian dari penataan kepengurusan hingga tingkat ranting dan anak ranting untuk memperkuat mesin partai menghadapi agenda politik mendatang.












