Sidoarjo, Jatimmandiri.id – Langkah cepat tanggap terus digencarkan Pemkab Sidoarjo dalam merespons laporan kembalinya sejumlah santri korban dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke rumah sakit.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo menegaskan, rujukan susulan ini murni merupakan tindakan preventif guna memangkas risiko gejala dehidrasi lanjutan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo, Lakhsmie Herawati Yuwantina, menjelaskan bahwa penambahan pasien rujukan diambil usai tim medis di lapangan mengevaluasi secara berkala kondisi para santri yang sebelumnya sempat menjalani penanganan awal di posko darurat pondok pesantren.
“Secara umum pasien yang menjalani opname terpantau stabil, namun adanya keluhan susulan membuat sebagian santri harus dievakuasi ke rumah sakit agar mendapatkan intervensi medis yang lebih komprehensif,” ungkap Lakhsmie, Rabu (9/9/2026).
Penanganan di rumah sakit rujukan pun terus disiagakan. Humas RSUD RT Notopuro Sidoarjo, Rizqi Maulana, mengonfirmasi bahwa mayoritas pasien yang kembali masuk ke fasilitas kesehatan umumnya mengeluhkan gejala ringan, seperti gangguan pencernaan dan dehidrasi.
Guna menuntaskan persoalan hingga ke akarnya, pemerintah daerah bersama Badan Gizi Nasional (BGN) kini bergerak mengawal investigasi menyeluruh terhadap dapur penyedia pasokan makanan.
”Langkah tegas ini diambil untuk memastikan standar keamanan pangan terpenuhi sekaligus mencegah insiden serupa berulang di kemudian hari,” tandasnya.












