Jakarta, Jatimmandiri.id – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengajak perguruan tinggi di seluruh Indonesia memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha dan industri. Langkah ini dinilai penting untuk menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja sekaligus mengurangi kesenjangan kompetensi lulusan.
Menurut Yassierli, sinergi antara kampus dan dunia industri menjadi kunci dalam mencetak sumber daya manusia yang lebih adaptif, kompeten, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berkembang. Melalui penyelarasan kurikulum, lulusan diharapkan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri sejak memasuki dunia profesional.
“Sayangnya, memang tantangan kita saat ini adalah ada gap antara institusi pendidikan dunia kampus dengan realitas industri. Ini yang kemudian menurut saya harus didekatkan,” kata Yassierli dalam kegiatan Rapat Tahunan Asosiasi MIPA LPTK Indonesia (AMLI) di Jakarta, Kamis (6/08).
Menaker menilai kesenjangan atau gap tersebut secara langsung memengaruhi optimalisasi penyerapan tenaga kerja, di mana saat ini masih terdapat ratusan ribu lulusan pendidikan tinggi yang belum mendapatkan kesempatan berkarya dengan maksimal.
“Pengangguran lulusan perguruan tinggi di Indonesia saat ini 900 ribu orang. Ini adalah realitas kita saat ini,” lanjut dia seperti dikutip dari Antara.
Yassierli menjelaskan bahwa isu krusialnya bukan semata-mata pada ketersediaan lapangan kerja, melainkan pada fenomena ketidaksesuaian keterampilan atau skill mismatch.
Ia menjelaskan hal ini sering kali terjadi ketika lulusan perguruan tinggi bekerja pada jenjang yang belum sepenuhnya sejalan dengan latar belakang pendidikannya.
Menurut pengamatan Menaker, salah satu tantangan berat yang harus diselesaikan kampus adalah waktu penyesuaian kurikulum yang membutuhkan proses administratif panjang, sementara perubahan di sektor industri berjalan sangat responsif dan dinamis
Dalam mendukung misi mulia perguruan tinggi, Kementerian Ketenagakerjaan memposisikan diri secara proaktif sebagai instrumen penyempurna (finishing) bagi para lulusan perguruan tinggi yang tengah berupaya masuk ke bursa kerja.
“Apa finishing yang kami lakukan? Kalau ada skill-skill yang masih kurang kita fasilitasi dengan berbagai pelatihan skill,” pungkas Yassierli tegas.












