Edu-Life & Sport

Rumah Kaca Bumi Shalawat Cetak Siswa Berjiwa Agribisnis

Penulis: AyundaEditor: Ayn
×

Rumah Kaca Bumi Shalawat Cetak Siswa Berjiwa Agribisnis

Sebarkan artikel ini
Sejumlah siswa kelas VII program Islamic Intercultural School (IIS) SMP Progresif Bumi Shalawat melakukan perawatan terhadap tanaman pokcoy di dalam rumah kaca Sekolah Progresif Bumi Shalawat di Sidoarjo, Selasa (29/9/2026).
Example 468x60

Sidoarjo, Jatimmandiri.id – Sekolah Progresif Bumi Shalawat, Sidoarjo, Jawa Timur, mengembangkan rumah kaca sebagai sarana pembelajaran sekaligus laboratorium agribisnis bagi siswa. Selain mendukung ketahanan pangan sekolah, program tersebut mulai diarahkan untuk mengenalkan konsep produksi dan pemasaran kepada siswa sejak dini.

Guru pembina program rumah kaca Sekolah Bumi Shalawat, Muhammad Ilham Elian Galih, mengatakan hasil budidaya tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur asrama, tetapi juga dibagikan kepada guru dan internal yayasan.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Hasil budidaya tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dapur asrama serta dibagikan kepada para guru dan internal yayasan,” kata Galih di Sidoarjo, Selasa.

Program tersebut melibatkan siswa jenjang SMP hingga SMA. Mereka secara bergantian mengikuti seluruh tahapan budidaya, mulai dari penyemaian, perawatan, hingga panen dengan pendampingan guru. Pola ini memberikan pengalaman langsung mengenai proses produksi pangan sekaligus mengenalkan prinsip agrikultur modern yang berkelanjutan.

Salah satu komoditas yang dibudidayakan adalah pokcoy. Tanaman tersebut memiliki siklus sekitar dua minggu dari penyemaian hingga panen. Dalam satu kali panen, produksinya rata-rata mencapai lima hingga tujuh kilogram, bergantung pada jumlah bibit dan kondisi pertumbuhan tanaman.

Selain pokcoy, siswa juga membudidayakan bayam merah, selada air, serta melon varietas unggulan. Khusus melon, hasil panennya telah dipasarkan kepada masyarakat dan wali murid.

Aktivitas tersebut membuka ruang pembelajaran kewirausahaan berbasis produksi pangan. Siswa tidak hanya belajar menanam, tetapi juga dapat memahami bahwa hasil pertanian memiliki nilai ekonomi apabila dikelola secara konsisten dan memiliki pasar.

“Ke depan, kami berharap budidaya melalui rumah kaca ini dapat dikembangkan untuk memperkuat ketahanan pangan siswa, serta membantu siswa mendalami konsep agrikultur moderen yang berorientasi bisnis,” kata Galih.

Baca Juga  Perjuangan Pedagang Kuliner Pasar Turi, Omzet Turun Tapi Tetap Bertahan

Program rumah kaca pun berpotensi menjadi model pembelajaran yang menghubungkan pendidikan, ketahanan pangan, dan kewirausahaan dalam satu ekosistem.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *