Edu-Life & Sport

Konkercab PGRI Sidoarjo Fokus Tingkatkan Mutu Guru

Penulis: Dicky Dea Editor: Ayn
×

Konkercab PGRI Sidoarjo Fokus Tingkatkan Mutu Guru

Sebarkan artikel ini
Konkercab I PGRI Sidoarjo 2026 jadi momentum peningkatan mutu guru hadapi digitalisasi.
Example 468x60

Sidoarjo, Jatimmandiri.id – Dunia pendidikan memiliki tantangan yang cukup kuat saat ini. Salah satunya bagaimana guru harus mampu beradaptasi dengan digitalisasi. Untuk itu peningkatan mutu guru menjadi keharusan. Fokus peningkatan kualitas pengajaran ini ditandai dengan dibukanya secara resmi Konferensi Kerja Cabang (Konkercab) I PGRI Kabupaten Sidoarjo Tahun 2026. Agenda besar ini menjadi ruang konsolidasi bagi ribuan organisasi guru se-Kota Delta untuk merumuskan inovasi pembelajaran kelas digital sekaligus memperjuangkan jaminan perlindungan profesi di era transformasi kurikulum.

​Langkah peningkatan mutu ini diperkuat oleh kolaborasi strategis antara Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (AKSI) dan lembaga kemitraan bilateral Indonesia-Australia, Inovasi Anak Sekolah Indonesia (INOVASI).

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Mereka menggelar Pertemuan Tindak Lanjut Kelompok Dukungan Kepala Sekolah Perempuan SD se-Kabupaten Sidoarjo bertempat di Aula Atmaja SMP Negeri 1 Gedangan, pada Selasa (29/9).
Program ini diarahkan khusus untuk mematangkan praktik kepemimpinan adaptif bagi kepala sekolah perempuan agar tata kelola dan budaya belajar di sekolah dasar makin berkarakter.

​Saat ditemui di sela-sela sidang komisi, Ketua Pelaksana Konkercab I PGRI Sidoarjo, Suwandi, menyampaikan bahwa dinamika pendidikan modern menuntut para guru lokal untuk aktif meningkatkan kompetensi profesionalnya.

​”Tantangan pendidikan modern saat ini bergerak sangat cepat. Melalui momentum Konkercab I PGRI Sidoarjo 2026 ini, kami berkomitmen merancang rumusan program kerja yang komprehensif agar para guru terfasilitasi dalam melakukan inovasi pembelajaran. Kami mengapresiasi antusiasme luar biasa dari seluruh pengurus cabang. Hasil keputusan sidang komisi hari ini akan langsung kami implementasikan demi kemaslahatan organisasi dan penguatan kesejahteraan guru di Sidoarjo,” urai Suwandi.

​Sinergi pembentukan karakter kepemimpinan dari akar rumput sekolah dasar ini mendapat dukungan penuh dari praktisi pendidikan di lapangan. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo yang diwakili oleh tim pembina kurikulum, menegaskan pentingnya wadah kelompok dukungan (support group) bagi kepala sekolah perempuan.

Baca Juga  Pusat-Daerah Percepat Revitalisasi Sekolah

​”Kegiatan penguatan bersama program AKSI-INOVASI menjadi jembatan yang sangat baik. Kepemimpinan perempuan di sekolah dasar memiliki sentuhan empati dan ketelitian yang tinggi dalam tata kelola branding sekolah. Melalui kelompok dukungan ini, para kepala sekolah perempuan di Sidoarjo bisa saling berbagi praktik baik (best practice) mengatasi kendala digitalisasi kelas dan penguatan karakter siswa, sehingga tidak ada lagi sekolah yang tertinggal dalam mutu raport pendidikannya,” ungkap perwakilan dinas setempat.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *