Paris, Jatimmandiri.id – Kejutan besar terjadi pada babak 16 besar French Open 2026. Petenis Ukraina, Marta Kostyuk, berhasil menyingkirkan juara empat kali Roland Garros, Iga Swiatek, dengan skor meyakinkan 7-5, 6-1, Minggu (31/5/2026).
Kemenangan tersebut mengantarkan Kostyuk untuk pertama kalinya melaju ke perempat final French Open sekaligus mengakhiri dominasi Swiatek di turnamen tanah liat paling bergengsi tersebut.
Hasil ini juga memastikan akan lahir juara baru pada nomor tunggal putri Roland Garros 2026. Sebelumnya, di sektor putra, juara terdahulu juga telah tersingkir setelah Novak Djokovic gagal melanjutkan langkahnya usai kalah pada babak ketiga.
Kostyuk tampil luar biasa sepanjang pertandingan. Petenis peringkat 15 dunia itu menunjukkan pertahanan solid dan beberapa kali menghasilkan pukulan winner dari baseline yang sulit dikembalikan lawannya.
Padahal dalam tiga pertemuan sebelumnya, Kostyuk selalu kalah dari Swiatek dan belum pernah merebut satu set pun dari petenis asal Polandia tersebut.
“Mengalahkan pemain luar biasa yang sudah empat kali juara di sini terasa sulit dipercaya. Sebelumnya saya kalah tiga kali dan bahkan belum pernah merebut satu set darinya,” ujar Kostyuk usai pertandingan.
Petenis berusia 24 tahun itu mengaku tampil tanpa beban dan berusaha menikmati setiap momen saat bertanding di Court Philippe-Chatrier.
“Saya bangun pagi dan berpikir betapa luar biasanya hari ini karena bisa bermain di lapangan utama melawan Iga. Saya hanya berusaha menikmati pertandingan,” katanya.
Pertandingan berlangsung ketat pada set pertama. Swiatek sempat unggul 5-4 setelah beberapa kali berhasil menekan lawannya dari area baseline.
Namun sejumlah kesalahan sendiri, termasuk beberapa double fault, membuat momentum berbalik ke tangan Kostyuk.
Kostyuk memanfaatkan situasi tersebut dengan baik dan merebut tiga gim beruntun untuk menutup set pertama 7-5.
Pada set kedua, performa Swiatek semakin menurun. Kesalahan-kesalahan tidak terpaksa kembali muncul, sementara Kostyuk tampil semakin percaya diri.
Setelah kedudukan sempat imbang 1-1, petenis Ukraina itu menyapu lima gim berikutnya untuk mengakhiri pertandingan dengan skor 6-1.
Kemenangan ini memperpanjang rekor sempurna Kostyuk di lapangan tanah liat musim 2026 menjadi 16 kemenangan tanpa kekalahan.
Sebelum tampil di Roland Garros, Kostyuk juga mencatatkan prestasi impresif dengan menjuarai turnamen Madrid Open, gelar terbesar sepanjang kariernya, serta meraih trofi turnamen tanah liat di Rouen, Prancis.
“Saya mencoba untuk tidak terlalu fokus pada menang atau kalah. Saya bermain tenis karena saya mencintai olahraga ini, bukan semata-mata untuk menang,” ungkapnya.
Sementara itu, kekalahan dari Kostyuk menjadi catatan buruk bagi Swiatek. Ini merupakan hasil terburuknya di Roland Garros sejak debut pada undian utama tahun 2019, ketika ia juga terhenti di babak 16 besar.
Sejak menjuarai French Open 2024, Swiatek juga belum kembali meraih gelar di turnamen lapangan tanah liat.
Pada pertandingan lainnya, petenis Rumania, Sorana Cirstea, turut memastikan tempat di perempat final setelah mengalahkan Wang Xiyu dengan skor 6-3, 7-6 (7-4).
Cirstea yang kini berusia 36 tahun berencana pensiun pada akhir musim 2026.
Meski demikian, ia masih mampu menunjukkan performa kompetitif dan mencatat sejarah sebagai salah satu petenis tertua yang berhasil mencapai perempat final French Open di era Open.
“Tidak ada batas usia untuk mimpi dan ambisi. Saya masih sangat mencintai tenis dan menikmati setiap momen berada di lapangan,” kata Cirstea.
French Open 2026 sendiri memasuki pekan kedua dengan kondisi cuaca yang lebih bersahabat setelah sebelumnya Paris dilanda gelombang panas sepanjang pekan pertama turnamen.











