Edu-Life & SportKota BesarPendidikan

Angkat Isu Kekerasan Seksual, Untag Surabaya Dobrak Tabu lewat Film Pendek ‘Kita yang Menulis Cerita’

×

Angkat Isu Kekerasan Seksual, Untag Surabaya Dobrak Tabu lewat Film Pendek ‘Kita yang Menulis Cerita’

Sebarkan artikel ini
Kita yang Menulis Cerita
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id – Langkah berani dan kreatif diambil Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya dalam merespons isu sensitif di lingkungan perguruan tinggi.

Melalui peluncuran film pendek berjudul Kita yang Menulis Cerita, kampus Merah Putih ini secara terbuka menguliti persoalan kekerasan seksual dan perundungan (bullying) di dunia akademis.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Film berdurasi 20 menit tersebut menyoroti kisah sekelompok mahasiswa yang terbentur dilema moral, empati, dan tanggung jawab sosial ketika tengah menggarap sebuah karya antologi.

Rektor Untag Surabaya, Dr Harjo Seputro, menegaskan bahwa karya sinematik ini menjadi medium nyata untuk menginternalisasi lima basis nilai utama kampus. Yakni, kejujuran, keberadaban, kreativitas, dan kebangsaan.

Lebih dari sekadar sarana promosi, film ini dirancang sebagai wadah edukasi publik untuk membedah isu-isu yang selama ini kerap dianggap tabu.

“Ini bagian dari komitmen kami Untag Surabaya untuk berani jujur, terbuka, dan tidak tabu mendiskusikan hal-hal yang sensitif, tidak ada kekerasan seksual, bullying, dan lain-lain,” tegas Harjo usai peluncuran film pada Jumat (14/8/2026).

Harjo menilai peluncuran karya audiovisual ini menjadi angin segar dalam strategi komunikasi publik kampus.

Di tengah maraknya pendekatan promosi konvensional, Untag Surabaya memilih medium cerita kreatif yang dinilai lebih efektif dan relevan bagi generasi muda, khususnya Generasi Z.

“Ini pemikiran baru kita untuk mengenalkan Untag Surabaya, mengenalkan nilai-nilai Untag Surabaya melalui film,” tuturnya.

Tak hanya berdampak ke luar, proses produksi film ini juga menjadi kawah candradimuka bagi pengembangan potensi mahasiswa.

Berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) lintas disiplin diterjunkan langsung dalam proses kreatif dari awal hingga akhir.

“Produksi film melibatkan sejumlah unit kegiatan mahasiswa (UKM). Mulai dari sinematografi, teater, fotografi, dan musik,” ungkap Harjo.

Baca Juga  Cetak Generasi Unggul dan Berkarakter, Untag Surabaya Kawal Kemeriahan Surabaya Junior Football Cup 2026

Melihat respons positif tersebut, pihak kampus berencana melanjutkan proyek-proyek sinematik berikutsnya dengan mengangkat tema-tema sosial yang dekat dengan kehidupan realitas masyarakat maupun kampus.

“Produksi lanjutan juga diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan kompetensi kreatif,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor II Untag Surabaya, Supangat, menambahkan bahwa alur cerita disusun dengan memotret fenomena yang marak terjadi di skala nasional.

Film ini memberikan gambaran konkret mengenai bagaimana sivitas akademika seharusnya bersikap dan merespons persoalan sensitif dengan berpijak pada nilai-nilai dasar Untag.

“Andaikata mungkin nanti akan terjadi di kampus, bagaimana kita menyikapi sebuah masalah itu, nah itu bisa ada solusinya seperti dari alur tadi,” jelas Supangat.

Selain difokuskan bagi penguatan karakter internal kampus, film Kita yang Menulis Cerita ini rencananya juga akan dipublikasikan secara luas agar pesan moral yang dibawa dapat menjangkau masyarakat umum.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *