Nasional

Kemnaker Fasilitasi Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Alumni MagangHub di 21 Balai Vokasi

×

Kemnaker Fasilitasi Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Alumni MagangHub di 21 Balai Vokasi

Sebarkan artikel ini
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengatakan sertifikasi kompetensi menjadi bagian penting yang melengkapi sertifikat kelulusan program MagangHub.
Example 468x60

Jakarta, Jatimmandiri.id – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperkuat kualitas lulusan Program Magang Nasional (MagangHub) melalui fasilitasi sertifikasi kompetensi gratis bagi para peserta yang telah menyelesaikan masa pemagangan.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengatakan sertifikasi kompetensi menjadi bagian penting yang melengkapi sertifikat kelulusan program MagangHub.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Sertifikat yang diterbitkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) tersebut merupakan bukti pengakuan resmi atas kompetensi yang dimiliki peserta sehingga dapat meningkatkan peluang mereka di dunia kerja.

“Pemerintah memfasilitasi sertifikasi bagi peserta MagangHub yang telah menyelesaikan program pemagangan guna meningkatkan daya saing tenaga kerja,” ujar Yassierli dalam keterangan resmi Biro Humas Kemnaker, Minggu (31/5/2026).

Menurutnya, alumni MagangHub yang ingin memperoleh sertifikasi kompetensi BNSP dapat melakukan pendaftaran secara daring dengan memilih salah satu dari 15 skema sertifikasi yang tersedia.

Pemilihan skema disesuaikan dengan bidang keahlian dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti program magang.

Setelah proses pendaftaran selesai, peserta akan mengikuti uji kompetensi secara tatap muka di Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang berada dalam jaringan Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP) Kemnaker.

“Setelah mendaftar secara online, pelaksanaan uji kompetensi dilakukan secara offline atau tatap muka di 21 Lembaga Sertifikasi Profesi melalui jaringan UPTP Kemnaker yang tersebar di berbagai daerah,” jelasnya.

Sebanyak 21 UPTP Kemnaker telah disiapkan untuk mendukung pelaksanaan sertifikasi kompetensi tersebut.

Fasilitas itu terdiri dari enam Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) yang berada di Bandung, Bekasi, Makassar, Medan, Semarang, dan Serang.

Selain itu, terdapat 15 Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) yang tersebar di Ambon, Banda Aceh, Bandung Barat, Bantaeng, Banyuwangi, Belitung, Kendari, Lombok Timur, Padang, Pangkep, Samarinda, Sidoarjo, Sorong, Surakarta, dan Ternate.

Baca Juga  Kemnaker Siapkan KarirHub untuk Antar Alumni MagangHub Masuk Dunia Kerja

Yassierli menegaskan seluruh proses sertifikasi bagi alumni MagangHub tidak dikenakan biaya. Pemerintah menanggung seluruh kebutuhan pelaksanaan uji kompetensi sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Sertifikasi tersebut menjadi bukti valid atas keterampilan yang dikuasai sehingga memudahkan peserta untuk diserap oleh industri,” katanya.

Program MagangHub 2026 sendiri terus diperluas dengan target menjangkau hingga 150 ribu peserta di seluruh Indonesia.

Untuk memastikan lulusan memiliki kompetensi yang diakui dunia kerja, proses penyelesaian program kini terintegrasi dengan sertifikasi kompetensi.

Yassierli menilai kepemilikan sertifikat kompetensi menjadi nilai tambah penting bagi lulusan MagangHub.

Selain sebagai pengakuan formal atas keterampilan yang dimiliki, sertifikasi juga dapat memperkuat posisi pencari kerja dalam menghadapi persaingan di pasar tenaga kerja yang semakin kompetitif.

“Penting bagi lulusan MagangHub untuk memiliki sertifikasi kompetensi sebagai pengakuan formal atas keterampilan yang dimiliki, sekaligus memperkuat posisi mereka di pasar kerja,” pungkasnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *