Surabaya, Jatimmandiri.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan seluruh anak usia sekolah tetap memperoleh akses pendidikan dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.
Kepastian ini didukung melalui kolaborasi antara sekolah negeri dan swasta guna menampung seluruh lulusan SD di Kota Pahlawan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Surabaya, Eddy Christijanto, menyampaikan bahwa daya tampung yang disiapkan oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) telah mencukupi untuk menampung seluruh lulusan, baik dari sekolah negeri maupun swasta.
Ia menegaskan bahwa sinergi antara sekolah negeri dan swasta menjadi kunci utama agar tidak ada anak usia sekolah yang tertinggal dari akses pendidikan pada tahun ajaran mendatang.
Sementara itu, Pemerhati Pendidikan dan Perlindungan Anak dari LPA Jawa Timur, Isa Anshori, menilai kapasitas sekolah di Surabaya masih sangat memadai. Berdasarkan data yang ada, total daya tampung SMP negeri dan swasta mencapai sekitar 42.000 kursi.
Jumlah tersebut dinilai mampu mengakomodasi seluruh lulusan SD di Surabaya. Dari total kuota tersebut, sekitar 17.000 kursi tersedia di SMP negeri, sementara sisanya dapat dipenuhi oleh sekolah swasta.
Dengan komposisi itu, diperkirakan sekitar 40 persen siswa akan tertampung di sekolah negeri, sedangkan 60 persen lainnya melanjutkan pendidikan di sekolah swasta.
Isa menegaskan, selama pelaksanaan SPMB berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku, maka tidak akan ada anak usia sekolah di Surabaya yang kehilangan kesempatan untuk mengenyam pendidikan.
Ia pun optimistis sistem penerimaan siswa baru tahun ini mampu berjalan lancar dan merata, sehingga seluruh lulusan SD dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP tanpa kendala berarti.












