Intisari Berita:
- Anggota Komisi E DPRD Jatim, Cahyo Harjo Prakoso, mengapresiasi peran Kebun Binatang Surabaya (KBS) dalam merawat satwa sekaligus menjadi sarana edukasi karakter bagi generasi muda.
Ketua DPC Gerindra Surabaya ini menilai KBS memiliki ruang potensial yang ciamik untuk dimanfaatkan sebagai wahana kreatif anak muda seperti co-working space dan ruang publik terbuka.
Cahyo berbagi ide mengenai potensi kolaborasi kawasan kuliner berbasis ruang terbuka hijau yang dinilainya sanggup menghidupkan aktivitas ekonomi warga lokal.
Surabaya, Jatimmandiri.id — Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, memberikan apresiasi atas komitmen manajemen Kebun Binatang Surabaya (KBS) dalam merawat keanekaragaman satwa sekaligus konsisten menyajikan ruang rekreasi publik yang ramah anak.
Menurut Cahyo, destinasi ikonik di Kota Pahlawan ini memiliki nilai strategis yang sangat tinggi, khususnya sebagai sarana wisata edukasi untuk membentuk karakter dan kepedulian lingkungan generasi muda sejak dini.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kota Surabaya ini menilai, pengalaman belajar langsung di kawasan konservasi seperti KBS mampu menumbuhkan rasa empati anak-anak terhadap alam dan sesama.
“Anak-anak kita tidak boleh hanya cerdas secara intelektual, tetapi rasa mencintai alam dan sesama itu penting. Kebun Binatang Surabaya bisa menjadi wahana pembentukan karakter bagi para pengunjung, khususnya anak-anak. Mereka belajar menghargai kehidupan dan menjaga kelestarian alam,” ujar Cahyo saat berkunjung ke KBS, Minggu (2/8/2026).
Melihat Potensi KBS Sebagai Ruang Kreatif Anak Muda
Sebagai kawasan hijau yang luas di tengah kota, Cahyo melihat KBS menyimpan banyak potensi ruang terbuka yang bisa dimaksimalkan untuk kegiatan-kegiatan positif anak muda Surabaya tanpa mengganggu fungsi utama konservasi satwa.
Ia melihat daya tarik KBS bakal makin lengkap jika menyediakannya wadah bagi para pelajar maupun mahasiswa untuk berkumpul dan berkarya di dalam area yang asri.
Pandangan Cahyo saat mengelilingi kawasan KBS:
-
Penguatan Karakter Anak: Menjadikan interaksi satwa sebagai media pembelajaran moral, empati, dan kepedulian lingkungan.
-
Potensi Ruang Kreatif: Memanfaatkan sudut hijau kawasan sebagai co-working space atau tempat berdiskusi yang nyaman bagi generasi muda.
-
Perputaran Ekonomi Lokal: Mengamati peluang hidupnya aktivitas ekonomi publik jika kawasan rekreasi dikelola makin ciamik dan menarik berbagai kalangan.
Berbagi Gagasan Pengembangan Sentra Kuliner dan Tenaga Kerja
Dalam kesempatan obrolan santai tersebut, Cahyo juga melempar ide dan gagasan segar. Yakni terkait pengembangan kawasan kuliner modern yang ada di sekitar ruang terbuka hijau KBS.
Ia membayangkan konsep kedai kopi (coffee shop) yang kelak bisa di sinergikan dengan program pelatihan ketenagakerjaan kota. Sehingga hadirnya tempat nongkrong anak muda di KBS juga membawa manfaat konkret bagi penyerapan warga lokal.
“Saya melihat KBS memiliki ruang yang sangat potensial untuk menghadirkan co-working space bagi anak-anak muda. Mereka bisa belajar, berdiskusi, bahkan berkarya di area yang dekat dengan ruang terbuka hijau. Ke depan juga menarik jika ada konsep coffee shop yang berkolaborasi dengan Disnaker untuk memberdayakan tenaga kerja lokal,” urainya.
“Kalau aktivitas di kawasan ini makin hidup, tentu perputaran ekonomi Surabaya juga makin terasa,” pungkas Cahyo.












