Jogja

Koperasi Merah Putih Didorong Jadi Agregator Produk UMKM di Kota Yogyakarta

×

Koperasi Merah Putih Didorong Jadi Agregator Produk UMKM di Kota Yogyakarta

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

YOGYAKARTA, JATIM MANDIRI – Pemerintah Kota Yogyakarta mendorong Koperasi Kelurahan Merah Putih tidak hanya menjadi lembaga ekonomi masyarakat, tetapi juga berperan sebagai agregator produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah masing-masing.

Peran tersebut dinilai penting untuk membantu UMKM yang selama ini masih menjalankan usaha secara sendiri-sendiri, terutama dalam memperluas akses pasar dan menjalin kerja sama dengan pembeli maupun perusahaan.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM Kota Yogyakarta Tri Karyadi Riyanto Raharjo mengatakan koperasi memiliki potensi besar untuk mengumpulkan sekaligus memasarkan produk yang dihasilkan pelaku UMKM.

“Agregator itu bisa mengumpulkan produk-produk UMKM, karena banyak anggota-anggota koperasi merah putih itu kan pelaku UMKM,” kata Tri di Yogyakarta, Rabu (26/8/2026).

Dengan fungsi tersebut, Koperasi Merah Putih juga dapat bertindak sebagai off taker, yakni pihak yang menyerap atau membeli hasil produksi UMKM maupun produsen lokal.

Menurut Tri, selama ini masih banyak pelaku UMKM yang kesulitan ketika harus berhadapan langsung dengan konsumen, buyer, maupun perusahaan dalam jumlah besar.

“Banyak UMKM selama ini bergerak sendiri-sendiri, ketika bertemu dengan konsumen, bertemu dengan buyer, bertemu dengan perusahaan, seperti itu,” ujarnya.

Karena itu, keberadaan koperasi dengan legalitas usaha yang jelas dapat menjadi jembatan antara pelaku UMKM dengan pasar yang lebih luas.

Tri menyebut sejumlah Koperasi Merah Putih di Kota Yogyakarta sudah mulai menunjukkan peran tersebut dan dapat menjadi contoh bagi koperasi lainnya. Salah satunya berada di Kelurahan Purwokinanti, Kemantren Pakualaman.

Koperasi di wilayah tersebut, kata dia, telah mampu mendukung kebutuhan bahan pangan untuk Stasiun Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terdekat. Selain itu, koperasi juga mulai memasok kebutuhan sejumlah hotel yang berada di sekitar wilayah tersebut.

Baca Juga  Sleman Percepat Transformasi Digital Koperasi, Siap Manfaatkan AI dan Sistem Pembayaran Modern

Skema tersebut memberikan keuntungan bagi pelaku UMKM karena mereka tidak harus berhadapan langsung dengan pembeli dalam skala besar.

Koperasi dapat menampung produk UMKM, kemudian melakukan pembayaran kepada pelaku usaha terlebih dahulu. Selanjutnya, koperasi yang mengatur penyaluran produk kepada hotel, SPPG, maupun mitra lainnya.

“Jadi, koperasi bisa menampung produk-produk UMKM, kemudian dibayar oleh koperasinya dulu, tidak perlu menunggu hotelnya. Tidak perlu menunggu mitranya. Cukup ditangani oleh koperasi yang bersangkutan,” jelas Tri.

Menurutnya, pola tersebut dapat membantu menciptakan kepastian pasar sekaligus menjaga keberlanjutan usaha para pelaku UMKM.

Pemkot Yogyakarta berharap semakin banyak Koperasi Merah Putih yang membangun kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk hotel, SPPG, maupun sektor usaha lainnya.

Tri mengatakan sejumlah koperasi di Kota Yogyakarta saat ini telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan mitra untuk menyerap produk anggota koperasi dan UMKM.

“Sudah banyak koperasi yang melakukan MoU dengan mitra-mitranya, dengan hotel, dengan SPPG-nya. Itu yang ada di Kota Yogyakarta,” katanya.

Penguatan peran Koperasi Merah Putih sebagai agregator dan off taker diharapkan mampu membuka akses pasar yang lebih luas bagi UMKM sekaligus mendorong koperasi menjadi penggerak ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *