Jakarta, Jatimmandiri.id – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengapresiasi sinergi Telkomsel yang memperkuat kompetensi para guru dalam memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung kegiatan belajar mengajar melalui Program Terpujilah Guru.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen Nunuk Suryani mengatakan guru masa kini perlu mendapatkan ruang untuk membuktikan kompetensi, termasuk dalam memanfaatkan teknologi AI sebagai alat bantu pembelajaran.
“Artinya, sebenarnya guru ini haus akan ruang untuk pembuktian kompetensinya. Dan Program Terpujilah Guru ini salah satu program yang sangat saya apresiasi, karena memberikan ruang yang luas kepada guru untuk bisa berkiprah,” kata Nunuk dalam kegiatan Puncak Anugerah Terpujilah Guru di Jakarta Selatan pada Rabu.
Ia mengatakan pemanfaatan AI menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu dikuasai guru seiring perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan.
Menurut Nunuk, AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu guru dalam melaksanakan proses pembelajaran, sehingga teknologi tersebut perlu dipahami dan digunakan secara tepat.
“Ini isu yang sangat penting dan sangat sensitif dan strategis. Jadi bukan hanya penting tapi sensitif. Kenapa sensitif? Karena memang kita juga guru harus pandai memilah dan menyaring,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Vice President Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel Abdullah Fahmi mengatakan Program Terpujilah Guru berlangsung sejak Mei 2026, yang menjangkau lebih dari 3.800 guru SMA, SMK, dan MA melalui kegiatan roadshow di Kabupaten Bogor, Sumedang, Yogyakarta, Surabaya, Pekanbaru, Ambon, Jakarta, Bandung, Medan dan Batam, serta pembelajaran daring.
Ia menyebutkan sebanyak 1.500 peserta terpilih mengikuti proses bertahap, mulai dari seleksi, akademi daring bagi 400 guru, pendampingan untuk 80 guru, hingga pelatihan intensif secara luring bagi 12 finalis terbaik di Jakarta.
Kurikulum Terpujilah Guru lanjutnya, dirancang agar keterampilan yang dipelajari dapat langsung digunakan.
Fahmi menambahkan para peserta mempelajari pemanfaatan AI yang berpusat pada manusia, produktivitas dan penyusunan instruksi AI, desain visual, pembuatan video, metode pembelajaran kreatif, serta asesmen digital.
“Setiap peserta juga menyusun karya akhir berupa materi dan rancangan pembelajaran yang dapat diterapkan dan dikembangkan di sekolah masing-masing,” ujarnya.
Agar pengetahuan yang diperoleh dapat menjangkau lebih banyak guru dan siswa di berbagai daerah, ia mengatakan para peserta Terpujilah Guru terhubung dengan jejaring alumni EduCreator sebagai ruang berbagi materi, pengalaman, dan praktik pembelajaran.












