Jember, Jatimmandiri.id – Kabupaten Jember kembali bersiap menjadi pusat perhatian dunia melalui penyelenggaraan International Jember Marching Carnival (IJMC) 2.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Induk Organisasi Olahraga (Inorga) IDCA bekerja sama dengan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Jember serta Dinas Pariwisata, Kepemudaan, Olahraga, dan Kebudayaan (Disporabudpar) Jember tersebut akan berlangsung selama tiga hari, yaitu tanggal 7–9 Agustus 2026.
Sebanyak 41 marching band dipastikan ambil bagian, mulai dari jenjang SD, SMP, SMA, perguruan tinggi hingga akademi. Peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti Tegal, Yogyakarta, Blitar, Banyuwangi, Bondowoso, Malang, serta sekitar 25 sekolah dari Jember. Ajang ini juga diikuti peserta mancanegara dari Thailand, sehingga diperkirakan menghadirkan sekitar 10.000 atlet yang akan menampilkan kemampuan terbaiknya selama tiga hari pelaksanaan.
Kehadiran para peserta Marching Band tidak hanya unjuk kebolehan berskala internasional, para peserta juga diharapkan mampu memperkuat posisi Kabupaten Jember sebagai destinasi sport tourism berkelas dunia.
Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait) bahkan menetapkan IJMC sebagai agenda tahunan sekaligus ikon baru daerah. Karena bisa menggabungkan unsur olahraga, seni, budaya dan pariwisata dalam satu kemasan yang menarik.
Gus Fawait memberikan apresiasi atas penyelenggaraan IJMC yang dinilai mampu mengangkat citra Kabupaten Jember di tingkat internasional. Pemerintah Kabupaten Jember, kata dia, akan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Kehadiran sekitar 10 ribu peserta dan pendamping tentu akan memberikan multiplier effect bagi perekonomian daerah, mulai dari meningkatnya omzet UMKM, tingkat hunian hotel, hingga kunjungan wisatawan ke Kabupaten Jember. Karena itu IJMC akan terus kami dorong menjadi agenda tahunan dan ikon sport tourism Jember,” terangnya.
Selain menjadi ajang kompetisi untuk menampilkan kemampuan dan memperebutkan gelar juara, IJMC juga diyakini memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Ratusan pelaku UMKM diperkirakan akan memadati kawasan penyelenggaraan, mulai di GOR PKPSO hingga sepanjang jalur street parade di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Jalan Sudirman, Jalan Ahmad Yani, hingga Jalan Gajah Mada.
Sementara itu, Ketua KORMI Kabupaten Jember, H. Tri Basuki mengatakan, antusiasme peserta terus meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.
“Jumlah peserta tahun ini bertambah dengan keikutsertaan marching band dari berbagai jenjang pendidikan, mulai SD, SMP, SMA, perguruan tinggi hingga akademi. Event ini memiliki daya tarik kuat sebagai sport tourism yang mampu menggerakkan sektor UMKM, perhotelan, dan pariwisata di Kabupaten Jember,” katanya.
Ketua Inorga IDCA Kabupaten Jember H. Bambang Cipto Wibowo mengatakan panitia telah menyiapkan lima dewan juri, mereka berasal dari Thailand ada 1 juri, kemudian 4 juri lainnya berasal dari DKI Jakarta, Bogor untuk memimpin penilaian pada seluruh cabang perlombaan.
“Pada tanggal 7 dan 9 Agustus 2026 akan digelar lomba display seperti drum battle dan brass battle di GOR PKPSO mulai pukul 09.00 hingga 18.00 WIB. Sedangkan street parade akan dilaksanakan pada tanggal 8 Agustus 2026 mulai pukul 13.00 Wib di depan Kantor Pemkab Jember menuju Jalan Gajah Mada,” urainya.












